Serba-serbi Teknik Sipil: Cabang, Skill, dan Prospek di Dunia Kerja

Apa yang jadi faktor pertimbangan Anda saat memilih program studi di perguruan tinggi? Jawabannya bervariasi dari reputasi kampus, dukungan keluarga, finansial, urutan favorit, sampai gengsi. Ada juga yang memperhatikan popularitas, sebab jurusan atau fakultas yang masuk ke daftar tersebut biasanya sudah terjamin dari berbagai aspek. Entah dari akreditasi, pengajar atau dosen, hingga para lulusan yang mencetak prestasi.

Di antara sekian prodi yang ada dalam daftar populer, Teknik Sipil menjadi salah satu jurusan yang diminati para calon mahasiswa baru. Jurusan ini memang dikenal mahal, tetapi memiliki prospek kerja bagus. Namun, masih ada berbagai hal yang perlu Anda ketahui dari Teknik Sipil selain dari segi biaya dan peluang kerja, seperti yang dijelaskan secara lengkap berikut ini.

Serba-serbi Teknik Sipil: Cabang, Skill, dan Prospek di Dunia Kerja

Definisi Teknik Sipil

Teknik Sipil, yang biasanya berada di bawah Fakultas Teknik, merupakan bidang ilmu yang secara spesifik mempelajari perencanaan atau perancangan, pengelolaan (manajemen), manufaktur, dan konservasi dari macam-macam fasilitas dan sistem. Cakupan penerapannya pun luas, dari pedesaan, perkotaan, dan wilayah-wilayah yang berada di antara keduanya.

Dengan kata lain, Anda yang sudah menempuh pendidikan di jurusan Teknik Sipil akan menguasai pengetahuan sehubungan desain (untuk perancangan), konstruksi (untuk pembangunan dan menyusun sistem manajemen), dan pemeliharaan lingkungan (untuk memperkirakan dampak dari berbagai aspek pada pembangunan). 

Bangunan-bangunan yang ditangani Teknik Sipil tak hanya gedung perkantoran besar. Fasilitas publik seperti jalan raya, bandar udara, kompleks perumahan, dan jembatan membutuhkan seseorang dari Teknik Sipil untuk menanganinya. Selain itu, Anda juga harus meneliti aspek-aspek lingkungan seperti daratan, bantaran sungai, dan tepi laut untuk mendukung pembangunan. Hal ini bertujuan untuk melindungi manusia dan menekan risiko dari hal-hal yang tak diharapkan.

Di dunia kerja, lulusan Teknik Sipil tak hanya berpeluang direkrut perusahaan besar. Anda juga berkesempatan membangun usaha di bidang jasa dengan membuka kantor konsultan perencana, perusahaan pengembang (developer), dan perusahaan konstruksi (kontraktor). Jika dikembangkan dengan baik, usaha-usaha tadi akan menciptakan lapangan kerja bagi yang memerlukan.

Baca juga: Mengenal Persyaratan dan 7 Alasan Masuk Teknik Sipil

Cabang-cabang Teknik Sipil

Menilai dari penjelasan di atas, kita dapat tangkap bahwa Teknik Sipil mempunyai cakupan ilmu luas dan kompleks. Untuk itu, beberapa perguruan tinggi membaginya ke berbagai cabang untuk memudahkan pembelajaran. Jumlahnya bisa berbeda tergantung masing-masing kebijakan, tetapi ada tujuh cabang Teknik Sipil yang umum dijumpai di bangku kuliah:

1. Informasi Teknik Sipil

Dibandingkan cabang-cabang Teknik Sipil lain, Informasi Teknik Sipil tergolong masih baru. Kendati begitu, Anda akan mempelajari materi seperti penerapan komputer untuk perhitungan atau pemodelan sistem dalam sebuah penelitian maupun proyek pembangunan. 

Para mahasiswa yang mendalami Informatika Teknik sipil pun bakal ‘berteman’ dengan pemodelan lingkungan (GIS), pemodelan struktur bangunan (CAD), dan pemodelan limbah atau air tanah.

2. Struktur Bangunan

Struktur Bangunan adalah cabang Teknik Sipil paling umum yang akan mengajari Anda tentang mekanika struktur dan struktur material seperti kayu, beton, hingga baja. Respons material bangunan terhadap beban pun dipelajari untuk meminimalisasi kerusakan saat terkena bencana. Materi-materi lain yang akan Anda temukan dalam Struktur Bangunan adalah perencanaan profil dan pemodelan struktur bangunan dari fondasi hingga siap digunakan.

3. Manajemen Konstruksi

Berikutnya ada Manajemen Konstruksi, cabang ilmu yang membantu Anda menentukan apakah sebuah proyek konstruksi bisa selesai tepat waktu. Untuk itu, Anda akan belajar penjadwalan, rancangan anggaran, pengembalian modal, izin, pengerjaan di lapangan, serta pengawasan proyek.

Sesuai namanya, Manajemen Konstruksi pula yang membantu para mahasiswa yang tertarik menjadi manajer proyek di perusahaan konstruksi atau pembangunan.

4. Teknik Lingkungan

Sekilas, pembahasan materi dalam Teknik Sipil hanya berhubungan dengan bangunan atau proyek konstruksi. Kenyataannya, ilmu ini juga bersinggungan dengan berbagai isu lingkungan yang akan membantu Anda mendirikan fasilitas atau infrastruktur tanpa mengganggu lingkungan sekitar. Apa saja materi yang Anda pelajar? Teknik penyehatan, polusi, sarana dan prasarana air bersih, serta pengelolaan air limbah adalah sebagian hal yang dijumpai dalam Teknik Lingkungan.

5. Geoteknik 

Geoteknik erat kaitannya dengan struktur, sifat, dan fungsi tanah serta batuan yang digunakan sebagai penopang bangunan. Para mahasiswa nantinya diberikan materi seputar fondasi, dinding penahan, mekanika tanah, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan tanah. Ketika terjun ke lapangan, Anda yang mempelajari Geoteknik bakal mampu menganalisis sifat tanah dan menentukan struktur tanah di lokasi tertentu, terutama untuk mendirikan bangunan.

6. Transportasi 

Ingin membangun jalur atau rute transportasi publik yang memadai? Di Teknik Sipil, ada cabang ilmu Transportasi yang memuat materi seputar pemodelan, sistem dan konstruksi transportasi publik untuk bandar udara, jalan raya, dan rekayasa lalu lintas. Kemudian, Transportasi juga memudahkan Anda dalam merencanakan dan menerapkan ilmu transportasi dalam kehidupan manusia.

7. Hidrologi 

Terakhir ada Hidrologi (disebut juga Rekayasa Pengairan atau Hidrolika) yang secara spesifik berkaitan dengan cuaca, curah hujan, debit air sungai, hingga banjir. Materi-materi seperti tekanan air, daya dorong air, dan sifat material air akan jadi highlight selama Anda mendalami cabang ini. Dalam aplikasinya, Hidrologi membantu Anda membangun drainase, kanal, waduk, bendungan, hingga pelabuhan yang stabil.

Skill dan kemampuan yang wajib dikuasai

Barangkali Anda bertanya-tanya, mengapa Teknik Sipil menelan biaya pendidikan tinggi? Bukan hanya faktor popularitas, program studi ini memerlukan peralatan dan perlengkapan untuk praktikum. Apalagi di tingkat akhir mahasiswa akan lebih sering terjun ke lapangan. Tingkat kesulitan dalam materi-materi Teknik Sipil pun menuntut Anda untuk menguasai skill dan kemampuan tertentu. Kira-kira, apa saja yang perlu Anda siapkan?

1. Fisik dan mental yang kuat

Kekuatan fisik dan mental akan diuji sejak masuk ke dunia Teknik Sipil. Mahasiswa yang belum familier dengan materi-materi di bidang ini umumnya cenderung bosan hingga stres saat masuk ke kelas. Namun, kalau Anda tak menyiapkan diri sejak awal, otak tak akan pernah mampu buat mencerna materi dan menyulitkan Anda untuk naik tingkatan. Maka dari itu, latihlah fisik dan mental agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar Teknik Sipil. Caranya? Mulai dari hal-hal sederhana seperti bangun pagi, sarapan, dan olahraga yang akan meningkatkan fokus di kelas.

2. Sanggup menghadapi tekanan

Menyambung dari poin sebelumnya, Teknik Sipil akan menempatkan Anda pada tekanan di level yang beragam. Jika kondisi fisik dan mental kurang kuat, mahasiswa akan ketinggalan mengejar materi atau sampai harus mengulang. Sementara biaya yang dikeluarkan terus bertambah saat Anda terpaksa memperpanjang masa kontrak kuliah. Kunci dari menaklukan tekanan selama kuliah adalah tetap tenang dan percaya diri. Pikiran yang jernih memudahkan Anda mencari solusi dari masalah yang dihadapi dan memahami setiap materi yang diberikan di kelas.

3. Kemampuan berhitung yang kuat

Bukan tanpa alasan Teknik Sipil membutuhkan mahasiswa-mahasiswa dengan kemampuan berhitung yang kuat. Pasalnya saat merencanakan proyek bangunan atau konstruksi, diperlukan perhitungan dengan tingkat akurasi tinggi. Kalau sampai muncul kesalahan, bangunan atau infrastruktur akan mudah rusak atau ambruk. Dalam praktiknya, Anda diizinkan memakai alat bantu seperti kalkulator. Namun, jangan sampai ketergantungan dengan alat tersebut, sebab nantinya bakal balik menumpulkan kemampuan. Latih dengan mengisi soal atau memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi Teknik Sipil.

4. Keterampilan komputer yang baik

Penggunaan perangkat komputer seperti PC atau laptop berspesifikasi tinggi adalah pemandangan umum di Teknik Sipil. Sebagian besar engineer juga merasa perangkat-perangkat tersebut telah memudahkan perhitungan tanpa menimbulkan kesalahan. Selain mampu mengoperasikan komputer, Anda juga harus mengetahui software-software yang digunakan. Dalam Teknik Sipil, AutoCAD, ETABS, dan SAP 2000 menjadi beberapa software yang sering mahasiswa gunakan untuk mengerjakan tugas atau proyek. Manfaatkan game-game yang memiliki hubungan dengan perhitungan atau gambar struktur untuk melatih kemampuan Anda.

5. Mampu menggambar atau desain

Selain perhitungan dan skill komputer, kemampuan menggambar atau desain juga diperlukan walaupun Anda sudah dibantu software-software di atas. Anda akan memerlukan skill ini untuk memberikan gambaran pada rekan kerja atau kontraktor saat tak membawa komputer. Selain itu, menggambar atau desain secara manual akan membantu saat pindah ke medium digital. Gambar atau desain yang Anda tuangkan tak harus sebagus karya-karya profesional. Pastikan berbagai detail yang ingin diwujudkan ada di sana dan mudah dipahami pihak-pihak yang terlibat. Semakin to-the-point gambar yang dibuat, semakin cepat proyek dilaksanakan.

6. Manajemen waktu yang teratur

Teknik Sipil tak mengenal kata malas! Jadi, bagi Anda yang dulunya sering menunda-nunda pekerjaan sampai nyaris mendekati deadline sebaiknya ubah kebiasaan tersebut begitu masuk kuliah. Manajemen waktu yang teratur sangat mempengaruhi cara Anda belajar dan mengaplikasikan semua materi yang sudah dipelajari di bangku kuliah. Saat masuk dunia kerja, manajemen waktu menentukan sebaik apa reputasi dan profesionalisme Anda di mata klien. Mereka tentunya ingin proyek yang diajukan selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan.

7. Bangun dan asah skill berkomunikasi

Skill terakhir yang sebaiknya Anda asah selagi masih kuliah adalah komunikasi. Dengan skill tersebut, Anda akan lebih lancar menyampaikan informasi. Komunikasi juga merupakan landasan untuk skill lain seperti public speaking. Kalau sering terbata-bata atau gugup, Anda akan kesulitan meyakinkan klien untuk bekerja sama, bukan?

Komunikasi juga merupakan kunci bagi Anda yang ingin mempelajari bahasa asing. Selain bahasa Indonesia, bahasa Inggris adalah bahasa yang kerap digunakan sebagai penutur materi Teknik Sipil maupun saat Anda berhadapan dengan klien di dunia kerja.

Baca juga: Hal-Hal Penting yang Dipelajari di Teknik Sipil

Jenis pekerjaan yang cocok untuk Teknik Sipil

Sudah dapat gambaran seputar Teknik Sipil dan skill yang perlu dikuasai untuk menunjang proses pembelajarannya? Sekarang, mari lanjutkan ke jenis-jenis pekerjaan yang cocok untuk bidang tersebut. Sebagian besar profesi dengan latar belakang pendidikan Teknik Sipil punya penghasilan tetap yang besar. Di sisi lain, tanggung jawab dan risiko yang dihadapi tak kalah berat, sehingga Anda perlu mengantisipasinya sejak awal.

Jenis pekerjaan yang cocok untuk Teknik Sipil

Kira-kira, pekerjaan apa saja yang cocok dan diminati lulusan Teknik Sipil?

1. Insinyur situs pembangunan

Dengan gelar insinyur yang disandang setelah lulusan kuliah, mahasiswa Teknik Sipil cenderung mencari pekerjaan yang masih berkaitan dengan sebutan tadi. Insinyur situs pembangunan adalah salah satunya. Profesi tersebut menangani hal-hal teknis, pengorganisasian, dan pengawasan di lokasi pembangunan yang sedang ditangani. 

Ketika memutuskan menjadi insinyur situs pembangunan, Anda akan bekerja dengan orang-orang berprofesi sebagai manajer konstruksi, arsitek, subkontraktor, hingga surveyor.

2. Insinyur struktural

Insinyur struktural adalah profesi untuk Anda yang dapat menggabungkan matematika dengan sains secara kreatif. Skill tersebut yang akan membantu Anda mendesain sebuah struktur bangunan dan menyelesaikan masalah di tengah proses pembangunan. Selain itu, insinyur struktural juga harus mampu merancang struktur bangunan kuat untuk menahan tekanan dari lingkungan sekitar.

Tak hanya pada bangunan yang sedang direncanakan, insinyur struktural juga bisa memastikan bangunan yang sudah berdiri agar tak mudah berputar, bergetar, atau hancur.

3. Insinyur air

Terdengar kurang familier? Insinyur air memang terdengar unik, tetapi cocok untuk Anda yang menyukai tantangan dan tertarik dengan isu-isu yang berkaitan dengan infrastruktur, standar hidup, hingga global warming di bidang keairan. Beberapa proyek yang akan Anda tangani bisa berupa menentukan air bersih, pencegahan limbah air, dan pembuangan limbah air.

Salah satu contoh pekerjaan yang digarap insinyur air adalah memperbaiki dan menjaga struktur bangunan yang mengendalikan tanggul laut atau sumber air lainnya.

4. Surveyor pengendalian bangunan

Jika Anda tipe yang senang bekerja dengan detail pada bangunan dan konstruksi, maka surveyor pengendalian bangunan bisa jadi prospek kerja yang menjanjikan. Surveyor pada bidang ini, menurut Prospects, akan memastikan semua aturan dan undang-undang yang berlaku diikuti semua pihak yang terlibat dalam pembangunan.

Bagaimana kalau ada aturan atau undang-undang yang dilanggar? Sebagai surveyor, Anda wajib memberikan solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien.

5. Manajer konstruksi

Seperti yang disinggung, manajer konstruksi adalah profesi yang cukup populer di kalangan mahasiswa dan lulusan Teknik Sipil. Pekerjaan ini memiliki tanggung jawab besar dan melibatkan Anda dengan arsitek, surveyor, dan pihak-pihak lainnya. Manajer konstruksi juga yang mengawasi, memberikan pengarahan, dan memastikan semua anggota tim bekerja sesuai kesepakatan.

Cakupan proyek yang ditangani manajer konstruksi juga luas. Antara lain tempat tinggal, industri, lingkungan, hingga infrastruktur.

6. Konsultan konstruksi bangunan

Selain surveyor dan manajer, Teknik Sipil juga membantumu mengasah kemampuan sebagai konsultan di bidang konstruksi. Pekerjaan yang ditangani dapat meliputi pembangunan jalan raya, pengembangan garis pantai, dan konstruksi bendungan. Tugas Anda adalah mengatur dan mengawasi proyek berjalan, mengelola biaya, hingga meneliti potensi resikonya.

Bekerja sebagai konsultan konstruksi bangunan memerlukan kreativitas tinggi, sebab tidak jarang klien meminta desain untuk proyek. Anda pun harus memahami teknik-teknik yang bisa diaplikasikan.

7. Kontraktor insinyur sipil

Profesi yang satu ini erat kaitannya dengan konsultan konstruksi bangunan. Pasalnya, kontraktor insinyur sipil yang mengubah rencana yang sudah dibuat konsultan. Mereka lantas akan memantau keadaan di lapangan dan memastikan cara penerapannya. Sebagai kontraktor, Anda juga harus mampu bersikap profesional saat mengarahkan pekerja dan mengelola sumber materialnya.

Dilihat dari Target Jobs, kontraktor insinyur sipil cocok untuk Anda yang suka terjun ke lokasi proyek sambil memastikan prosesnya berjalan lancar sampai akhir.

8. Pengacara hak paten

Kuliah di Teknik Sipil, tetapi punya ketertarikan dengan dunia hukum? Pengacara hak paten bisa menjadi profesi yang Anda geluti setelah lulus kuliah. Ketika menjalani pekerjaan ini, Anda bertugas untuk menilai apakah hal yang diajukan inovatif dan layak diberikan hak paten. Anda juga akan berdiskusi dengan klien sehubungan bangunan dan rancangannya.

Namun, karena melibatkan ranah di luar Teknik Sipil, untuk menjadi pengacara hak paten, Anda harus mengikuti pelatihan terkait hak paten dan pengetahuan seputar properti intelektual.

Fakta-fakta lain terkait Teknik Sipil

Sudah membahas skill dan prospek kerja, apa masih ada informasi yang harus Anda ketahui tentang Teknik Sipil? Berikut ini ada sejumlah fakta yang dapat membantu calon mahasiswa sebelum masuk ke jurusan tersebut.

1. Tak sama dengan Arsitektur dan Teknik Perencanaan Wilayah/Kota

Calon mahasiswa yang belum familier dengan Teknik Sipil sering kali menyamakannya dengan Arsitektur dan Teknik Perencanaan Wilayah/Kota. Wajar saja karena ketiganya berhubungan dengan bangunan. Meski bersilangan, ketiga program studi ini mempunyai perbedaan.

Teknik Perencanaan Wilayah/Kota merancang infrastruktur di sebuah area dan menguji kelayakan sesuai kondisi sosial serta ekonomi. Sementara Arsitektur adalah bidang yang akan mendesain bangunan sesuai fungsi dan nilai estetika dan Teknik Sipil yang akan mengeksekusinya di lapangan.

2. Mempelajari materi-materi lain seperti Hukum, Desain, dan Ekonomi

Kesalahan lain yang masih sering dilakukan calon mahasiswa adalah tak meriset bidang-bidang lain yang dipelajari dalam program studi pilihannya. Teknik Sipil, seperti bidang lain, akan melibatkan materi lain dari bidang Ekonomi, Hukum, bahkan Desain.

Tanpa kemampuan mendesain, misalnya, Anda akan kesulitan menggunakan software CAD. Kemudian, seperti yang dijelaskan dalam daftar prospek kerja, ada pengacara hak paten yang jelas membutuhkan dasar hukum dalam penguasaan dan penerapan praktiknya.

3. Bisa menentukan bidang keahlian spesifik sejak dini

Luasnya cakupan Teknik Studi justru akan memudahkan Anda menentukan bidang keahlian yang sifatnya lebih spesifik. Karena program studi ini tak selalu membahas bangunan, Anda bisa tentukan profesi lain yang masih membutuhkan Teknik Sipil sebagai latar belakangnya.

Peluang ini juga didukung pertumbuhan pembangunan Indonesia yang semakin pesat. Tak menutup kemungkinan Anda akan ditempatkan di lokasi Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sedang gencar dikembangkan pemerintah Indonesia.

Kembangkan potensi diri di Podomoro University

Kalau sudah mantap ingin melanjutkan studi di Teknik Sipil atau program sejenis, maka tandanya Anda siap mencari tempat yang mendukung kebutuhan tersebut. Dalam hal ini, Podomoro University bisa jadi pilihan tepat buat calon mahasiswa baru, sebab di sini ada program studi Manajemen dan Rekayasa Konstruksi yang dapat dipilih.

Podomoro University menyediakan program tersebut untuk pembelajaran yang lebih spesifik. Prospek kerjanya juga luas, dari junior quantity surveyor, project engineer, structure engineer, project planner, dan junior contract administrator. Ingin mengecek langsung informasi lengkap seputar program studi tersebut? Silahkan kunjungi website Podomoro University di podomorouniversity.ac.id

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Table of Contents

Related Posts

6 Rekomendasi Aplikasi Teknik Sipil Terbaik Bagi Mahasiswa

6 Rekomendasi Aplikasi Teknik Sipil Terbaik Bagi Mahasiswa

Dalam menentukan pilihan jurusan kuliah, seseorang sering kali dilanda rasa bingung dan dilema ketika dihadapkan pada beberapa pilihan jurusan kuliah yang beraneka ragam. Ini tentunya wajar, dikarenakan kebanyakan dari mereka dituntut untuk bisa menentukan pilihan jurusan mana yang sesuai dengan bakat dan minat serta memiliki prospek kerja yang bagus di masa depan. Sebagai saran, tidak

Hal-Hal Penting yang Dipelajari di Teknik Sipil

Hal-Hal Penting yang Dipelajari di Teknik Sipil

Jurusan teknik sipil termasuk salah satu jurusan yang menjanjikan. Jurusan ini berkaitan dengan pembangunan bangunan dan konstruksinya.  Dengan semakin pesatnya pertumbuhan pembangunan tentu menjadikan Indonesia terus membutuhkan kader-kader generasi muda yang paham mengenai pembangunan. Meskipun mahasiswa teknik sipil akan belajar tentang semen. Konstruksi dan lain sebagainya namun lulusan teknik sipil bukanlah seorang tukang bangunan, ada

Mengenal Persyaratan dan 7 Alasan Masuk Teknik Sipil

Mengenal Persyaratan dan 7 Alasan Masuk Teknik Sipil

Jurusan Teknik Sipil merupakan salah satu jurusan yang bisa dipilih di Fakultas Teknik. Jurusan ini memiliki bidang yang spesifik terkait dengan konstruksi atau pembangunan fisik infrastruktur. Jurusan teknik sipil merupakan salah satu jurusan dengan peminat yang banyak karena memiliki peluang karir yang menarik dan menjadi salah satu alasan masuk teknik sipil yang paling mudah dipahami. 

Kenali Perbedaan Teknik Sipil dan Arsitektur Sebelum Pilih Jurusan

Kenali Perbedaan Teknik Sipil dan Arsitektur Sebelum Pilih Jurusan

Pilihan bidang ilmu yang dipelajari dan ditekuni bisa menjadi profesi yang selanjutnya menjadi jalan hidup seseorang. Salah satu saat yang sangat menentukan dalam membuat pilihan ini adalah saat memilih jurusan kuliah. Mengetahui perbedaan teknik sipil dan arsitektur bisa menjadi sebuah panduan dalam memilih jurusan kuliah yang sesuai dengan keinginan dan juga kemampuan. Jurusan teknik sipil