Sharing Session Bersama dengan Deputy President Indonesian Diaspora Network Global “Prospek Bisnis di Qatar”

Jakarta, 25 Oktober 2019 – Program Studi Akuntansi mengundang Ibu Kartini Sarsilaningsih – Ketua Koperasi Warga Indonesia Qatar (KWIQ) dan Deputy President Indonesian Diaspora Network Global (IDN-G) sebagai pembicara talkshow dengan tema Prospek Bisnis di Qatar. Apa itu diaspora? Diaspora adalah perpindahan, migrasi, pendudukan atau penyebaran manusia jauh dari kampong halam mereka. Diaspora terdiri dari warga negara Indonesia di luar negeri, warga negara asing dari orang Indonesia (green card di Amerika atau Permanent Resident di Australia) atau masih adanya garis keturunan keluarga yang masih ada di luar negeri. Diaspora sendiri sudah 4 kali mengadakan kongres dan suatu kehormatan kongres ke4 tahun 2017 dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Diaspora Indonesia baru saja membentuk Executive Board Indonesian Diaspora Network Global untuk periode 2019-2021 yang terdiri dari berbagai negara termasuk di dalamnya yaitu Ibu Kartini sendiri.

Ibu Kartini sendiri sudah menjadi resident Qatar sejak 2013, hingga saat ini terdiri dari 40ribu warga negara Indonesia di Qatar, 50% diantaranya sebagai pekerja domestik dan 25% lainnya pekerja professional di bidang gas dan minyak. Bagi mereka yang bekerja di perusahaan gas dan minyak bisa membawa anggota keluarga mereka dan gaji yang didapatkan bisa 3-6x lebih besar daripada bekerja di Indonesia. Mereka mendapatkan fasilitas terbaik seperti anak-anak yang disekolahkan di sekolah Internasional, cuti sebanyak 47 hari kerja selama setahun dan tambahan 2 minggu pada saat Ramadhan dan Lebaran Haji.

Qatar adalah sebuah negara emirat di Timur Tengah, satu-satunya batas darat Qatar adalah Arab Saudi dan ibukota dari Qatar adalah Doha. Banyak bidang usaha yang ada di Qatar seperti Qatar Airways, Qatar Petrochemicals dan lain sebagainya. Bidang usaha yang sedang ingin ditingkatkan oleh Qatar saat ini adalah bidang Hospitality karena Qatar ingin menjadi mini Dubai. Dan bidang usaha kedua yang ingin ditingkatkan Qatar yaitu Konstruksi dan Infrastruktur karena sedang diadakan pembangunan besar-besaran mengejar tahun 2022 dimana Qatar menjadi host FIFA.

Bisnis Indonesia sendiri di Qatar masih sangat sedikit seperti contohnya bisnis makanan. Bisnis makanan Indonesia masih sering didatangi oleh kebanyakan orang Indonesia sendiri yang berada di Qatar. Namun jangan salah, bisnis ini memiliki kemungkinan untuk dikembangkan lebih luas di Qatar.

Nah, siapa dari kalian yang tertarik untuk mengembangkan bisnis di Qatar?

Writer : Marcomm
Editor : Marcomm