10 Prinsip Berwirausaha untuk Kembangkan Bisnismu

Saat ini, Indonesia sedang menuju target 3,9 persen pertumbuhan wirausaha pada 2024. Untuk itu peran Wirausaha dalam membangun ekonomi Indonesia sudah pasti sangat dibutuhkan. Jika sebelumnya sudah dibahas strategi dan faktor dalam berbisnis, kali ini akan dibahas bagaimana prinsip yang harus dimiliki dalam berwirausaha. 

Mungkin kamu pernah mendapat masukan atau saran dari mentor bisnis mu, atau orang-orang yang telah sukses dalam bidang bisnis tentang prinsip dalam berwirausaha, namun, tentu tidak semua dapat kamu terapkan. Berikut adalah rangkuman prinsip berwirausaha yang dapat kamu terapkan sesuai situasi dan kondisi yang sedang kamu hadapi.

10 Prinsip Berwirausaha untuk Kembangkan Bisnismu

10 Prinsip Berwirausaha

1. Inovasi

Seorang wirausahawan sudah pasti melekat dengan kata inovasi. Dalam KBBI, Inovasi adalah pembaharuan, menampilkan hal-hal yang baru. Dibutuhkan pemikiran kreatif dan solutif untuk menciptakan sebuah inovasi. Dilansir dari Forbes, kamu bisa bereksperimen dengan metode atau sistem baru dan melihat apakah hasilnya berdampak baik bagi bisnismu. Pun jika tidak, tentu akan menjadi pelajaran yang berharga.

Kamu bisa mengikuti tren terkini, menangkap peluang dari pasar (kebutuhan konsumen), atau meningkatkan kualitas produk mu, sehingga tercipta produk yang dapat menjadi solusi bagi internal bisnis atau konsumen. Tentu hal ini dibarengi dengan memperhitungkan setiap konsekuensinya. 

2. Kuat Mental

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, bahwa menjadi seorang wirausahawan harus memiliki mental yang kuat. Kondisi bisnis dapat berubah setiap harinya mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Ada saatnya kamu dihadapkan pada kondisi-kondisi tidak terduga, misalnya saja, seperti tahun kemarin muncul pandemi yang mempengaruhi berbagai sektor di Indonesia secara signifikan. 

Ketika menghadapi hal tidak terduga, mental mu akan diuji untuk bertahan dan memikirkan strategi lain selama masa sulit. Misalnya, untuk menghadapi pandemi, kamu harus menutup salah satu cabang bisnismu. Ada kalanya melepaskan yang sudah dicapai untuk mempertahankan yang sudah ada adalah pilihan terbaik.

Baca juga: Cara Menjadi Entrepreneur yang Kreatif dan Sukses

3. Manfaatkan Peluang

Dilansir dari Forbes, Warren Buffet seorang pebisnis asal Amerika mengatakan, “Be fearful when others are greedy and be greedy when others are fearful.” Dari ungkapan tersebut kita dapat belajar untuk berani mengambil keputusan yang berbeda dari kebanyakan pelaku bisnis atau wirausahawan. Misal ketika pandemi, banyak bisnis yang berusaha menutupi kekurangan daripada mencari cara bagaimana mempertahankan bisnis mereka dengan membuat alternatif produksi.

Salah satu solusi kreatif adalah, bisa saja kamu menciptakan produk yang tidak linear dengan produk yang biasa kamu buat, tapi ternyata dapat menjawab kebutuhan konsumen. Misal kamu bergerak di industri pakaian, tak menutup kemungkinan kamu dapat memproduksi bisnis cemilan di bawah brand yang sama, yang ternyata laku di pasaran.

4. Motivasi, Fokus pada Masa Depan

Seorang wirausahawan harus memiliki motivasi dan tujuan yang kuat untuk terus konsisten dalam menjalankan bisnis agar mencapai tujuan yang telah dibuat. Banyak hal dapat dijadikan motivasi ketika memulai menjadi seorang wirausahawan, mungkin keinginan bekerja dengan waktu yang fleksibel, desakan ekonomi, ingin membuka berbagai cabang bisnis, ingin mensejahterakan hidup orang banyak, dan sebagainya.

Hal ini harus dimiliki sepanjang kamu menjalankan usaha agar kamu memiliki tujuan bisnis. Jika kamu sudah memiliki motivasi, akan lebih mudah kembali ke motivasi tersebut ketika sedang down. Seorang wirausahawan dengan motivasi akan mampu mengayomi orang-orang yang bekerja dengannya karena menyadari tujuan bisnis bukan saja untuk dirinya sendiri.

5. Pelanggan adalah Raja

Pada akhirnya, bisnis dapat berjalan apabila ada konsumen atau pelanggan yang menggunakan produk atau jasa bisnis kamu. Penting ketika dalam mengembangkan sebuah produk untuk memikirkan penggunanya. Dalam dunia desain produk, hal ini dikenal dengan “User-Centric Design”, dimana bisnis atau produk yang kamu buat dibuat atas pertimbangan kebutuhan konsumen. 

Hal ini dapat kamu capai dengan melakukan survey dengan konsumen, mempelajari tren target pasar kamu beberapa tahun terakhir, menentukan demografis, dan sebagainya. 

6. Fleksibel

Fleksibel bisa berkaitan dengan sikap inovatif, namun, fleksibel di sini adalah dapat beradaptasi sesuai situasi dan kondisi baik dalam melakukan bisnis maupun berinteraksi dengan lingkungan kerja. Misalnya, banyak perusahaan yang akhirnya menggunakan gaya kerja remote selama masa pandemi untuk mempertahankan bisnis dan ternyata tetap mampu menghasilkan dan mencapai target. Kuncinya adalah menjaga komunikasi, bisa dengan mengadakan town hall, sharing online, mengatur cara berbicara online agar respek pada semua kalangan, dan sebagainya.

7. Integritas

Sebagai seorang wirausahawan, kamu harus memiliki integritas dalam menjalankan bisnis. Artinya konsisten pada tujuan dan tidak mudah terombang-ambing, karena pada dasarnya mempertahankan integritas biasanya dibutuhkan keberanian moral. Orang yang memiliki integritas akan lebih mudah dipercaya oleh orang lain. Salah satu contoh sikap integritas adalah jujur dan selalu objektif dalam memberi penilaian agar terhindar dari bias.

10 Prinsip Berwirausaha

Baca juga: Prinsip Entrepreneur untuk Meraih Sukses & Mempertahankannya

8. Bersikap Adil

Wirausahawan selalu bekerja dengan orang lain mulai dari karyawan, mitra bisnis, hingga konsumen. Seorang wirausahawan dengan sikap adil akan terbuka terhadap kritik dan saran, serta mengakui ketika mereka melakukan kesalahan. Dalam bisnis juga ada kemungkinan terjadi ketidakserasian, baik antara pekerja maupun divisi. Cara kamu menangani ketika terjadi suatu konflik pada kondisi ini bukan dengan asal memihak. Kamu harus bisa bersikap adil di antara karyawan dengan tidak memihak dan selalu melihat secara objektif.  

9. Perhitungan

Seorang wirausahawan harus dapat membaca situasi, serta awas dan teliti dengan perhitungan bisnis. Kamu harus mengetahui dengan cermat sumber keuangan yang akan digunakan dalam perputaran bisnis mungkin dari modal investasi awal, modal kerja, dan modal operasional. Minimal dengan melakukan pembukuan dana sederhana, tetapi, harus diikuti juga dengan perkembangan jika skala bisnis semakin membesar. Dengan begitu kamu dapat lebih mudah dalam mengkalkulasi langkah kedepannya dan mengatur strategi untuk berkembang dan memanfaatkan peluang.

10. Berani Memulai

Teliti dalam melakukan setiap kegiatan, merencanakan dengan matang, dan jalankan dengan baik. Salah satu kesalahan wirausahawan adalah terjebak dalam merencanakan bisnis, padahal rencana yang baik bukanlah yang diperhitungkan dengan sangat sempurna, tapi yang dimulai walaupun tahu akan ada kekurangan dalam pelaksanaannya. Maka berani mengeksekusi sangat penting dimiliki oleh seorang wirausahawan. 

Akan ada berbagai peluang yang datang, dan mereka yang memiliki eksekusi terbaik kemungkinan akan melampaui mereka yang memiliki rencana terbaik. Tentu hal ini juga harus dilakukan dengan sudah memperhitungkan konsekuensinya. Beberapa ide mungkin gagal, tapi kegagalan akan menjadi pelajaran agar dapat dievaluasi nantinya.

Mulai Terapkan Prinsip Berwirausaha

Itu dia 10 prinsip berwirausaha. Jika kamu sudah mulai melakukan praktek bisnis, pasti kamu sudah melaksanakan setidaknya beberapa dari prinsip di atas. Secara naluri setiap manusia telah memiliki prinsip berwirausaha di atas, tinggal bagaimana kamu menerapkan prinsip berwirausaha tersebut dengan baik. Semoga artikel ini menambah motivasi dan pengetahuan mu dalam prinsip berwirausaha. 

Podomoro University juga membuka kelas kewirausahaan jika kamu ingin mempelajari lebih dalam mengenai strategi, manajemen, dan cara melakukan bisnis. 

Baca juga: Banyaknya Keuntungan Menjadi Pengusaha, Tertarik?

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Table of Contents

Related Posts

Sudah Menemukan Potensi Diri? Kenali Potensi Dirimu, Yuk!

Sudah Menemukan Potensi Diri? Kenali Potensi Dirimu, Yuk!

Apa itu potensi diri? Potensi diri adalah kemampuan individu yang masih tersimpan dan belum digunakan dengan maksimal. Potensi diri dapat berkembang melalui bakat atau pun usaha belajar dan kerja keras sehingga potensi dapat ditunjukkan melalui aksi. Setiap individu memiliki potensi diri. Namun, tidak semuanya dapat menggunakan potensi diri dengan baik. Potensi diri dapat digunakan dengan

Ketahui Apa Gaya Kepemimpinanmu di Sini!

Ketahui Apa Gaya Kepemimpinanmu di Sini!

Dalam sebuah organisasi, kehadiran pemimpin sangat dibutuhkan. Pemimpin secara tidak langsung menentukan nasib organisasi akan mengalami kemajuan atau kemunduran. Seorang pemimpin membantu organisasi mencapai tujuannya dengan cara mendorong, menggerakkan, dan meyakinkan anggotanya agar dapat bekerjasama dengan baik. Pemimpin juga harus mampu menggali potensi anggotanya. Umumnya, penunjukkan pemimpin didasarkan oleh pertimbangan tertentu sehingga ditemukan seorang pemimpin

Mengenal Tokoh Inspiratif Bob Sadino & Kata-kata Motivasinya

Mengenal Tokoh Inspiratif Bob Sadino & Kata-kata Motivasinya

Bambang Mustari Sadino atau yang kerap disapa Bob Sadino atau Om Bob, merupakan tokoh inspiratif di dunia bisnis. Pengusaha inspiratif ini lahir di Tanjungkarang, Lampung pada 9 Maret 1933, dan meninggal dunia pada 19 Januari 2015. Nama Bob Sadino dikenal sebagai seorang pebisnis yang sukses, Bob Sadino memiliki beberapa bisnis yakni Kem Chicks, Kemfood, Kem

Ini Alasan Kenapa Bisnis Perlu Analisis Peluang Pasar

Salah satu rahasia sebuah bisnis dapat tetap bertahan di tengah persaingan pasar, dan ketidakstabilan ekonomi adalah model bisnis yang tepat. Namun, menentukan model bisnis bukanlah hal yang mudah, ada banyak hal yang perlu dilakukan dan dikorbankan untuk menemukan model bisnis yang tepat di tengah pasar yang beragam. Salah satu faktor yang dapat memudahkan Anda untuk