ArticleProduct Design

Perpaduan antara Potongan Akar Kayu Jati dan Resin

Pernah membuat Coffee Table? Meja yang digunakan kebanyakan Coffee Shop ternyata melewati proses yang panjang dalam pembuatannya. Bagaimana ya proses yang dilakukan sampai akhirnya bisa menjadi sebuah Coffee Table yang pastinya sangat berguna untuk berbagai cafe dan kedai kopi.

Pertama-tama, membuat potongan akar kayu jati yang nantinya akan digunakan sebagai bagian permukaan meja. Potongan itu dibuat setebal 5 cm. Baik ukuran yang besar maupun ukuran yang kecil, semua potongan usahakan setebal 5 cm. Setelah potongan dirasa cukup, susun setiap bagiannya persis seperti menyusun puzzle.Jika ada rongga yang masih cukup besar, masukkan potongan yang lebih kecil.

Tahapan selanjutnya, membuat kaki meja serta alas yang akan menjadi bagian untuk merekatkan potongan-potongan jati yang telah dibuatkan tadi. Meja ini sendiri memiliki ukuran 50 cm x 40 cm x 60 cm. Untuk kaki meja, menggunakan kayu seumantok.

Setelah proses pemotongan selesai, bersihkan permukaan kayu dari lapuk dengan menggunakan mesin gerinda. Setelahnya, pahat bagian-bagian yang berfungsi sebagai sambungan antar kayu tersebut. Untuk menghubungkan semua bagian, menggunakan baut dan lem kayu sehingga semua bagian dapat terhubung dengan baik. Untuk bagian atasnya menggunakan lembaran papan yang berfungsi sebagai alas untuk menempelkan potongan jati dengan resin.

Setelah bagian kaki dan bagian atas meja selesai, rekatkan bagian-bagian potongan jati dengan menggunakan lem kayu. Setelah semua bagian direkatkan, biarkan sampai benar-benar mengeras (minimal 4-5 jam). Selanjutnya, adalah mengisi cairan resin pada bagian sela-sela diantara potongan kayu jati tersebut. Resin yang digunakan adalah jenis resin epoxy berwarna putih. Agar saat resin dituang tidak mengalir kemana-mana, maka buatkan cetakan disekeliling sisi bagian atas meja. Pastikan pula, posisi mejanya rata, agar adonan resin saat mengeras tidak miring.

Setelah cetakan selesai, campurkan adonan resin dan katalis  (hardener). Resin sebanyak 1 kg dengan bahan hardener sebanyak 350 gram (dari beberapa bacaan menyebutkan bahwa berbeda jenis resin yang digunakan, beda pula takarannya). Kedua komponen ini diaduk sampai merata. Setelahnya tuangkan ke dalam cetakan dan ratakan adonan hingga ke sela-sela kayu.

Proses pengerasan dengan resin ini membutuhkan waktu minimal 24 jam, jika ingin mendapatkan resin dan kayu menyatu dengan sempurna. Jika campuran resin dan hardener tidak merata, atau takarannya terlalu banyak/sedikit, maka resin tidak akan mengeras. Bisa membutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan bisa-bisa pekerjaannya akan gagal. Jika menggunakan pewarna juga harus hati-hati. Pilihlah pewarna yang benar-benar untuk campuran resin.Jika tidak, adonan resin juga tidak akan mengeras sebagaimana yang diharapkan. Perlu diperhatikan saat menuang adonan resin ke dalam cetakan, biasanya akan menimbulkan gelembung udara didalamnya. Gelembung itu harus dihilangkan dengan anti-bubble atau dengan cara dipanaskan dengan api.

Setelah menunggu 24 jam, resin mengeras sempurna dan telah mengisi dengan baik pada sela-sela kayu. Tahapan selanjutnya adalah meratakan bagian permukaan meja dengan menggukan mesin ketam (planner/ mesin serut). Pada tahapan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tak merusak bagian kayu. Terlebih dalam mengatur kedalaman mesin ketam, agar tak ada bagian yang di serut terlalu dalam.

Setelah rata antara permukaan potongan kayu dengan permukaan resin, tahapan selanjutnya adalah mengamplas hingga permukaan benar-benar halus. Proses pengamplasan ini dilakukan menggunakan mesin amplas. Kertas amplas untuk mesin amplas juga beragam mulai dengan kertas amplas 80, 180, 400 hingga 1.200 grit.

Setelah semua proses merapikan setiap bagian selesai, saatnya proses finishing. Untuk tahapan finishing, tetap gunakan varnish, kecuali pada permukaan meja (bagian jati dan resin). Varnish yang digunakan jenis varnish glossy. Varnish ini tetap memunculkan warna asli kayu dengan tampilan mengkilap. Finishing akhir untuk mengkilapkan permukaan meja yang berbahan jati dan resin memakai bahan alami. Bahan yang digunakan adalah sarang lebah yang telah dimasak dan telah seperti margarine sebagai finishing permukaan meja.

Seru pastinya jika bisa langsung membuat Coffee Table sendiri dengan proses yang sudah dijelaskan diatas. Tentunya pembuatan Coffee Table bisa juga menggunakan bahan lainnya sesuai dengan selera si pembuat. Seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Desain Produk Podomoro University, dalam kurikulum yang berjalan, Mahasiswa/i berkesempatan membuat sendiri Coffee Table sederhana sesuai dengan selera dan keunikan masing-masing.

Kalian juga berminat? Jangan ragu-ragu untuk konsultasi dan ngobrol dengan tim Podomoro University, kalian bisa langsung menghubungi kami di Instagram @podomorouniversity. Dan nantikan update event lainnya, siapa tau kalian berkesempatan untuk mengikuti workshop membuat Produk dari Program Studi Desain Produk Podomoro University.

Par of : Product Design

Writer : Nanda Septian
Editor : Marcomm