ArticleUrban and Regional Planning

Pergeseran Urban Lifestyle selama #dirumahaja

Menikmati kopi di café yang aestetic, wisata kuliner di akhir pekan, pelesiran keluar negeri, nonton Box Office Movie di bioskop, kopi darat dengan komunitas, melihat pertujukan live music, merupakan beberapa contoh gaya hidup yang akrab dengan masyarakat Urban Jakarta yang harus terhenti sejenak semenjak Pandemi Covid-19. Status Pandemi disusul dengan kebijakan physical distancing di seluruh Indonesia tak terkecuali Jakarta dan kota-kota penopang ibukota tersebut tak pelak mengharuskan kaum urban berpisah dari lifestyle yang dilakoni sehari-hari.

Serangan Corona virus yang tiada ampun perlahan – lahan menyadarkan masyarakat untuk pentingnya disiplin menjaga jarak dan #dirumahaja seiring dengan seruan yang sama dengan lantangnya digaungkan oleh tokoh-tokoh hingga pesohor Tanah Air. Tak bisa dipungkiri terjebak berhari-hari di dalam rumah menimbulkan banyak hal seperti kebosanan yang tak terelakkan. Terbatasnya ruang gerak dalam beraktivitas menimbulkan pergeseran kebiasaan masyarakat urban yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Sebut saja kebiasaan hedon, ngafe, leisure, ngegym di pusat kebugaran, shopping, dan  lain sebagainya. 

Source: viva.co.id

Namun, bukan manusia namanya jika tidak menghasilkan kreativitas dalam keterbatasan. Kegiatan di rumah yang biasanya hanya untuk menemani bermain dan nonton sibuk sendiri sekarang ditambah dengan aktivitas sosial yang harus dilakukan dari rumah. E-Learning dan belajar dari rumah tak mustahil lagi dilakukan dengan menggunakan aplikasi semacam zoom dan Microsoft Team. 

Kebiasaan nongkrong dan minum kopi di café ala ala bersama teman namun saat ini harus dilakukan di rumah, sehingga para influencer media sosial berupaya bagaimana kopi yang dinikmati di rumah namun dengan ambience café. Tak heran akhir-akhir ini viral kreasi kopi disajikan dengan susu UHT yang mereka sebut dengan Dalgona coffee. Bagaimana tidak, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengusir kebosanan selama di rumah. 

Source : Google

Seruan #dirumahaja memicu munculnya kebiasaan baru seperti memasak, belajar dari rumah (study from home), semakin banyak yang belanja online, hingga berkebun. Namun tentu saja ada hal positif di balik pandemi, perilaku konsumtif semakin berkurang.

Adapun meningkatnya belanja online terjadi sebagai bentuk meminimalisir mengunjungi pasar atau supermarket untuk memenuhi kebutuhan vital. Meningkatnya kesadaran masyarakat urban untuk melakoni perilaku hidup sehat, dengan membiasakan berjemur pagi hari, olah raga, minum dan makan yang sehat, serta lebih banyak menghabiskan waktu berkumpul dengan keluarga.

Source : Google

Jadi, apa saja yang sudah kalian lakukan selama #dirumahaja Podivers?

Part of : Urban and Regional Planning

Writer : Rahmi Taufika
Editor : Marcomm