Entrepreneurship

Pengetahuan Dasar Tentang Kewirausahaan/Entrepreneurship

Kewirausahaan

Kata “Entrepreneurship” belakangan ini sedang banyak digunakan di kalangan anak muda, meskipun sebenarnya kata ini memiliki arti yang sama dengan kewirausahaan. Tetapi, kebanyakan selebgram yang membangun usahanya di media sosial lebih suka menggunakan branding “entrepreneur” untuk diri mereka.

Mempelajari dunia kewirausahaan karena tren memang bisa jadi pilihan yang sangat tepat. Walaupun hanya sekedar “ikut-ikutan” di awal, tidak menutup kemungkinan kita bisa membuka usaha sendiri yang tidak kalah terkenal dari milik para selebgram dan selebtwit.

Selain itu, membangun usaha sendiri bisa menjadi sumber penghasilan sampingan yang jumlah pemasukannya kadang lebih dari gaji bulanan kita sebagai seorang karyawan. Oleh karena itu, mari pelajari bersama apa itu kewirausahaan dalam artikel berikut ini.

Apa itu Berwirausaha?

Seperti yang sudah singgung sebelumnya, kewirausahaan dan Entrepreneurship adalah 2 kata dengan arti yang sama. Berdasarkan Wikipedia, entrepreneur bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan dimana seseorang mengambil resiko yang lebih tinggi dari ukuran normal untuk membuat sebuah bisnis.

Itulah mengapa, kebanyakan entrepreneur datang dari tempat, usia, dan kondisi yang tidak terduga-duga. Selain itu, produk yang disajikan oleh para wirausahawan juga sangat unik, bahkan sebelumnya tidak terpikirkan akan laku untuk dijual.

apa itu berwirausaha atau entrepreneurship

Tapi karena kata “entrepreneur” semakin banyak digunakan, artinya pun jadi sedikit berubah. Saat ini, kebanyakan orang menganggap entrepreneur hanyalah orang yang membangun bisnis dari awal saja.

Namun sebenarnya, ada beberapa perbedaan antara kewirausahaan dengan bisnis biasa. Misalnya:

  • Seorang entrepreneur mengambil resiko sendiri dalam membangun sebuah usaha
  • Resiko kewirausahaan lebih besar karena umumnya, modal dan seluruh sarana & prasarana ditanggung sendirian
  • Hasil dari kewirausahaan yang didapat pun dinikmati sendiri oleh sang entrepreneur

Seorang entrepreneur memang tetap membutuhkan sebuah tim, baik kecil maupun besar. Tetapi ketika plan yang ia buat tidak berjalan ke arah yang baik, ia sendiri lah yang menanggung seluruh resiko kerugian.

Kebanyakan orang-orang yang bergerak di bidang kewirausahaan juga sering dipandang sebagai seorang inovator karena menciptakan sebuah ide yang sebelumnya tidak ada namun kini menjadi hal mainstream.

Apa Tujuan Kewirausahaan?

Tujuan kewirausahaan bukan hanya untuk merealisasikan ide dari para entrepreneur atau untuk mendapatkan keuntungan material saja. Justru, masalah material biasanya dijadikan prioritas terakhir oleh para wirausahawan.

Umumnya tujuan kewirausahaan lebih banyak tentang pengaruh seseorang untuk masyarakat luas. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah beberapa tujuan kewirausahaan yang paling utama.

  1. Membuat inovasi yang bisa membantu kehidupan masyarakat
  2. Membuka peluang lapangan kerja untuk masyarakat berbagai kalangan
  3. Meningkatkan standar kehidupan masyarakat negara agar semakin maju
  4. Memberikan pengaruh kepada komunitas & sumber daya manusia
  5. Membantu pergerakan ekonomi negara

Untuk Anda yang belum tahu, kewirausahaan menjadi salah satu sektor paling besar yang menjadi penggerak roda ekonomi di Indonesia. Bahkan salah satu kewirausahaan  ada yang bisa memberikan pergerakan di atas 1%.

Selain itu, semakin banyak pula lapangan kerja yang dibuka berkat kewirausahaan yang menyebar di seluruh Indonesia. Kualitas sumber daya manusia juga terus dilatih oleh para entrepreneur agar bisa lebih baik dari kelompok lain. Semakin baik kualitas sumber daya manusia di dalam negeri, maka semakin cepat pergerakan Indonesia menuju negara maju.

Orang yang memiliki usaha atau wirausaha  tetap memikirkan tentang bagaimana bisnisnya bisa bertahan agar bisa terus melayani masyarakat. Namun kebanyakan wirausaha  tidak memiliki pikiran yang oportunis dan selalu mengambil keuntungan materi dari segala kesempatan.

Apa Keuntungan Menjadi Wirausahawan?

Dikutip dari situs The Intern Group, setidaknya ada 6 keuntungan menjadi seorang wirausahawan, yaitu:

  • Jam kerja yang fleksibel
  • Bekerja di segala macam suasana
  • Menjadi bos untuk pekerjaan sendiri
  • Bisa melihat bagaimana produk yang disediakan membantu kehidupan masyarakat
  • Dapat membuka peluang pekerjaan untuk orang lain
  • Dapat mewujudkan mimpi dan ide-ide tanpa dibatasi oleh siapapun

Untuk lebih jelasnya, mari lihat penjelasan dari setiap keuntungan di bawah ini.

1. Jam Kerja yang Fleksibel

Tidak seperti karyawan kantoran yang selalu bekerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore, menjadi seorang wirausahawan akan membuat jam kerja Anda sangat fleksibel. Anda bisa mulai dari jam 5 pagi hingga 12 siang saja, atau justru dari jam 5 sore hingga larut malam dan menghabiskan seharian untuk tidur.

Semuanya tidak masalah karena wirausahawan mengatur sendiri jam kerja tanpa takut ditegur oleh HRD.

Meskipun begitu, menjalani hidup kewirausahaan dengan sehat tetap lebih disarankan. Sebab gaya hidup yang sehat akan sangat berpengaruh pada produktivitas dan mood ketika sedang bekerja.

2. Bekerja di Segala Macam Suasana

Jika membandingkan lagi antara kewirausahaan dengan bekerja kantoran biasa, bisa kita lihat bahwa kerja kantoran hanya punya 1 tempat kerja saja. Kalaupun berubah, Anda tidak mungkin berubah kantor lebih dari 5 kali dalam setahun.

Sedangkan jika menjadi wirausahawan, kita bebas merubah suasana dan tempat kerja setiap hari. Bekerja juga tidak harus dari kantor. Wirausahawan bisa bekerja dari kafe, mengurus dokumen-dokumen dari rumah, bahkan mencari ide produk baru sambil liburan.

3. Menjadi Bos untuk Pekerjaan Sendiri

Menjadi bos untuk pekerjaan sendiri artinya Anda punya kendali penuh untuk apa yang ingin Anda lakukan tanpa harus mengikuti perintah dari orang-orang tertentu. Hal ini merupakan mimpi banyak orang, namun hanya wirausahawan yang bisa mewujudkannya.

Sebab dengan kewirausahaan, satu-satunya orang yang perlu Anda dengar pendapatnya hanyalah mayoritas pelanggan. Itupun wirausahawan dengar agar bisa memberikan layanan yang lebih baik, bukan karena terpaksa.

Menjadi bos untuk pekerjaan sendiri artinya juga wirausahawan bisa mengatur sumber daya dalam perusahaan seefektif mungkin sesuai dengan apa yang diinginkan.

4. Bisa Melihat Bagaimana Produk yang Disediakan Membantu Kehidupan Masyarakat

Salah satu keuntungan dari kewirausahaan yang satu ini juga tidak bisa dirasakan dari profesi biasa. Ketika Anda melihat produk yang dibuat dengan kerja keras bisa membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, perasaan yang muncul dari momen tersebut tidak akan bisa digantikan oleh apapun.

Setiap pekerjaan memang punya pengaruh untuk membantu kehidupan masyarakat. Tetapi kewirausahaan adalah satu dari sekian banyak profesi dimana Anda bisa melihat langsung pengaruh yang diberikan.

5. Dapat Membuka Peluang Pekerjaan untuk Orang Lain

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu tujuan kewirausahaan adalah membuka lapangan kerja untuk masyarakat dan melatih sumber daya manusia di dalam negeri agar semakin berkualitas.

Semakin banyak kewirausahaan yang dibuka, semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang tercipta untuk masyarakat berbagai kalangan. Hal ini bisa berdampak ke banyak hal, salah satunya adalah berkurangnya angka pengangguran hingga menurunnya angka kejahatan di dalam negeri.

6. Dapat Mewujudkan Mimpi dan Ide-ide Tanpa Dibatasi oleh Siapapun

Keuntungan dari kewirausahaan yang terakhir adalah kita bisa merealisasikan ide segila apapun tanpa dilarang oleh orang lain selama tidak melanggar norma dan hukum.

Justru dari ide-ide unik tersebut, bisa muncul sebuah inovasi yang belum pernah terpikirkan oleh siapapun.

Banyak sekali orang yang sangat mendambakan hal ini. Sebab tidak semua punya kesempatan untuk bekerja di perusahaan atau bidang yang mereka mau.

Baca juga: Pernahkah Kalian Mendengar tentang We The Future Market?

Apa Saja Kegiatan Kewirausahaan?

Kegiatan kewirausahaan tidak selalu tentang me-manage bisnis dan produk. Justru, kegiatan yang dilakukan lebih banyak tentang kreativitas dalam menciptakan sebuah ide baru.

Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan kewirausahaan yang dilakukan oleh para entrepreneur setiap hari.

1. Membuat Ide Baru, Produk Baru, dan Cara Baru untuk Mempermudah Kehidupan Masyarakat

Kegiatan kewirausahaan yang pertama adalah memikirkan ide tentang produk atau jasa yang bisa membantu kehidupan banyak orang. Jika memang ada benda yang digunakan sehari-hari namun sulit mengaksesnya atau harganya mahal, wirausahawan memiliki tanggung jawab untuk mencari cara agar produk tersebut bisa diakses oleh lebih banyak orang.

Hal inilah yang menjadi 80% kegiatan kewirausahaan yang dilakukan oleh entrepreneur. Sedangkan masalah marketing dan hal teknis lainnya, sudah ada tim yang dibuat untuk mengurus hal tersebut.

2. Menemukan Pasar Baru dari Masalah yang Dirasakan Masyarakat

Selanjutnya, kebanyakan waktu para wirausahawan dihabiskan untuk mencari pasar dari masalah yang dirasakan oleh masyarakat.

Sebagai contoh, dulu masyarakat sangat sulit mencari ojek di malam hari, ketika sedang hujan, atau ketika sedang lapar di rumah dan tidak bisa keluar. Melihat masalah itu, salah satu entrepreneur dari Indonesia menciptakan aplikasi ojek online yang kini menjamur di dalam negeri.

Dengan memecahkan masalah yang dialami oleh masyarakat, seorang wirausahawan bisa mendapatkan bahkan menciptakan pasar yang baru.

3. Bereksperimen dan Melakukan Riset

Research and Development juga menjadi bagian utama dari keseharian dari kewirausahaan. Dengan research and development, Entrepreneurship bisa menghasilkan produk yang benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

Selain itu, inovasi juga muncul dari research and development yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki usaha sendiri.

Dari sanalah standar kehidupan masyarakat di sebuah negara jadi semakin maju dari waktu ke waktu.

apa saja kegiatan kewirausahawan

Apa Saja Jenis-jenis Entrepreneurship?

Berdasarkan situs The Indeed, ada 9 karakteristik Entrepreneurship atau kewirausahaan, di antaranya adalah:

  • Buyer Entrepreneurship
  • Researcher Entrepreneurship
  • Small business Entrepreneurship
  • Large scale Entrepreneurship
  • Hustler Entrepreneurship
  • Social Entrepreneurship
  • Innovative Entrepreneurship
  • Imitator Entrepreneurship
  • Scalable startup Entrepreneurship

Semua jenis kewirausahaan ini memiliki peran dan cara mengembangkan sebuah ide yang berbeda-beda.

Hal ini dikarenakan setiap pemilik wirausaha punya cara yang berbeda dalam melakukan pekerjaan mereka. Ada yang menuangkan semua tenaga untuk kerja keras, ada yang melakukan riset sedalam mungkin sebelum mengeksekusi ide, dan ada yang langsung menuangkan seluruh modal mereka.

Dalam kesempatan kali ini, yang akan kita bahas hanyalah jenis kewirausahaan yang banyak ditemukan di Indonesia, yaitu small business, innovative, scalable startup, researcher, hustler, dan social Entrepreneurship.

1. Small Business Entrepreneurship

Yang pertama adalah jenis kewirausahaan kelas bisnis kecil. Di Indonesia, karakteristik Entrepreneurship yang satu ini sering disebut sebagai UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Small business Entrepreneurship biasanya dijalani bersama keluarga atau teman-teman terdekat. Para entrepreneur pemilik kewirausahaan jenis ini memiliki tujuan untuk membantu kehidupan dan finansial orang-orang terdekat mereka, bukan untuk mencapai goal penjualan 10.000 produk setiap bulan.

Meskipun begitu, usaha-usaha kecil seperti ini justru memberikan dampak kepada perekonomian negara yang cukup besar. Sebab berkat usaha seperti inilah, roda perekonomian di desa-desa dan kabupaten bisa bergerak.

2. Scalable Startup Entrepreneurship

Selanjutnya ada jenis kewirausahaan yang skalanya lebih besar, yaitu startup. Umumnya, startup memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu mengubah hidup masyarakat ke arah yang lebih baik dalam ruang lingkup yang besar.

Kita semua pasti sudah sering dengar inovasi yang dibuat oleh startup karya entrepreneur dalam negeri. Semua inovasi itu berawal dari permasalahan atau keresahan dari wirausahawan yang ingin ia pecahkan.

Namun karena skalanya besar, maka wirausahawan tidak bisa bergerak dari modal sendiri. Umumnya mereka akan mencari investor atau pendanaan dari bank konvensional milik negara maupun swasta.

3. Innovative Entrepreneurship

Yang berikutnya adalah karakteristik kewirausahaan dengan tujuan benar-benar untuk menciptakan inovasi dari kreativitas otaknya agar masyarakat bisa hidup dengan lebih nyaman. Sehingga, para entrepreneur di bidang ini tidak berfokus pada satu bidang usaha saja.

Beberapa contoh innovative Entrepreneurship yang terkenal di dunia di antaranya:

  • Bill Gates yang bergerak di bidang teknologi dan kehidupan sosial
  • Elon Musk yang berinovasi di bidang space engineering
  • Steve Jobs yang berinvasi di bidang teknologi komunikasi

Ketiganya adalah orang yang memiliki kreativitas dan ribuan ide inovatif yang bisa membuat kehidupan manusia semakin modern.

4. Researcher Entrepreneurship

Selanjutnya ada jenis kewirausahaan yang penuh dengan analisa dan riset. Wirausahawan jenis ini akan melakukan perencanaan sematang mungkin dan meminimalisir kegagalan sebelum mengeksekusi ide mereka.

Itulah mengapa, orang yang memiliki wirausaha di bidang research Entrepreneurship selalu memprioritaskan data dan fakta, bukan insting dan intuisi.

Umumnya, para researcher Entrepreneurship berasal dari orang-orang yang memang punya pengetahuan di bidang usaha yang dijalani. Misalnya para mahasiswa kedokteran yang ingin membuat alat kesehatan dengan harga terjangkau agar bisa digunakan oleh masyarakat menengah kebawah.

5. Social Entrepreneurship

Jenis kewirausahaan yang selanjutnya ini memiliki rencana khusus untuk menyelesaikan masalah sosial tanpa memikirkan profit untuk wirausaha miliknya. Itulah mengapa, kebanyakan social Entrepreneurship membangun wirausaha yang sifatnya non-profit dan bergantung pada dana dari charity dan investor.

Sebagai manusia, tentunya para wirausahawan ini tetap butuh uang untuk makan. Oleh karena itu mereka punya pekerjaan atau bisnis sampingan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh social Entrepreneurship dari Indonesia yang terkenal adalah Pandawa Agri Indonesia. Mereka bergerak di bidang pertanian untuk membantu petani-petani lokal agar kebutuhan pangan di dalam negeri bisa terpenuhi dan kualitasnya terjaga.

Selain itu, masih banyak lagi contoh lainnya seperti para pemilik shelter lokal untuk menjadi rumah hewan-hewan liar, perusahaan fundraising seperti BenihBaik dan Kita Bisa, dan masih banyak lagi.

6. Hustler Entrepreneurship

Dan yang terakhir adalah Hustler Entrepreneurship alias wirausahawan yang bekerja dengan sangat keras untuk membangun usaha miliknya. Bukan berarti jenis-jenis wirausahawan yang sebelumnya tidak bekerja keras. Tapi hustler Entrepreneurship bisa berjuang hingga menelpon 100 nomor demi mendapatkan 1 penjualan saja.

Bagi para wirausahawan hustler Entrepreneurship, modal tenaga dan pikiran jauh lebih penting dibandingkan modal uang. Sehingga rata-rata kewirausahaan jenis ini berawal dari sebuah usaha kecil.

Baca juga: Mendorong Perkembangan Desa Wisata bersama Program Studi Kewirausahaan Podomoro University

Kewirausahaan

Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Kita Memiliki Jiwa Kewirausahaan?

Banyak orang berpikir bahwa memiliki usaha yang sukses hanya bisa dicapai oleh mereka yang memiliki jiwa kewirausahaan saja. Hal ini tidak sepenuhnya salah, karena memang sifat bawaan dalam diri kita sehari-hari bisa memengaruhi masa depan sebuah usaha.

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah kita memiliki jiwa kewirausahaan atau tidak?

Cara yang paling mudah adalah dengan menanyakan beberapa pertanyaan ini ke diri Anda sendiri.

  • Apa peran yang Anda inginkan dalam sebuah organisasi? Apakah Anda ingin menjadi pemimpin dan membawa anggota organisasi ke goal yang ditetapkan?
  • Apa yang Anda lakukan ketika melihat ada masalah dalam hidup? Apakah Anda langsung mencari jalan keluar untuk masalah tersebut?
  • Apa yang Anda lakukan ketika ada orang yang memiliki pendapat berbeda? Apakah Anda menerima atau memberi argumen?
  • Apa yang Anda lakukan ketika gagal dalam masalah tertentu? Apakah Anda langsung menyerah dan beradaptasi dengan masalah tersebut?
  • Bisakah Anda mengerjakan satu hal yang sama selama bertahun-tahun? Atau apakah Anda orang yang mudah bosan?

Jika memang Anda memiliki sifat yang lebih suka menjadi anggota dalam organisasi, mencari jalan pintas dibandingkan menyelesaikan masalah, suka bertukar argumen, cepat beradaptasi dengan situasi, dan mudah bosan, semua itu bukan berarti kita adalah masyarakat yang tidak berkualitas.

Justru, sifat-sifat tersebut tetap dibutuhkan dalam masyarakat untuk profesi tertentu yang sama-sama berdampak untuk kehidupan banyak orang.

Tetapi untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses memiliki kewirausahaan sendiri, kita perlu memiliki sifat tertentu. Untungnya, sifat-sifat ini bisa dilatih dan dibiasakan bahkan ketika kita sudah dewasa.

Nah, berikut ini adalah beberapa jiwa kewirausahaan yang perlu Anda biasakan dari sekarang.

1. Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Pemimpin dan jiwa kepemimpinan adalah 2 hal yang berbeda. Seorang pemimpin akan menyuruh anak buahnya untuk menyelesaikan tugas dari rencana yang ia miliki. Sedangkan seorang yang memiliki sifat kepemimpinan akan turun langsung mengerjakan proyek tersebut bersama-sama.

Jiwa kepemimpinan ini bisa dilatih dari hal-hal kecil, misalnya dalam organisasi masyarakat, organisasi di kampus, atau bahkan ketika mengadakan rencana acara keluarga.

Dalam dunia kewirausahaan, jiwa kepemimpinan ini akan sangat dibutuhkan karena Anda harus me-manage banyak proyek yang bisa memengaruhi kondisi finansial tim sendiri.

2. Perseptif dalam Melihat Masalah dan Memecahkannya

Sifat perseptif dalam mengidentifikasi masalah akan sangat menguntungkan Anda dalam membantu sebuah usaha sendiri. Sebab hal ini bukan hanya membuat kita menjadi orang yang visioner, tapi juga memberi kesempatan melangkah lebih cepat dari entrepreneur lain nya.

Tanpa kita sadari, sebenarnya masyarakat hidup dengan berbagai macam masalah, baik sosial, finansial, geografi, maupun teknologi. Tapi karena sudah beradaptasi dengan masalah tersebut, kita merasa seperti hidup dengan normal-normal saja.

Padahal ketika ada benda atau teknologi yang bisa membantu kehidupan manusia, mereka pasti akan beramai-ramai langsung membelinya.

Itulah mengapa, perceptive adalah sifat yang dibutuhkan oleh seorang entrepreneur. Sifat ini bisa dilatih dengan cara terjun langsung ke kehidupan sosial, bersosialisasi, ngobrol dengan banyak orang, dan memerhatikan bagaimana kehidupan sosial dimulai dari lingkungan terdekat.

3. Open-Minded dan Mau Menerima Pendapat Orang Lain

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa ketika punya usaha sendiri, kita tidak perlu mendengar perintah atasan lagi. Sebab kita adalah bos untuk pekerjaan kita sendiri.

Tapi bukan berarti kita tidak perlu mendengarkan pendapat orang lain. Justru jika argumen tersebut datang dari mayoritas pelanggan, seorang wirausahawan wajib mendengar dan mempertimbangkannya dalam evaluasi bulanan.

Selain itu, open-minded dalam dunia kewirausahaan juga bisa diartikan untuk tidak terlalu idealis dalam membuat sebuah produk atau rencana tertentu.

4. Pantang Menyerah dan Biasa dengan Kegagalan

Sebagai seorang yang memiliki usaha sendiri dan membangunnya dari awal, tentu berbagai macam kegagalan akan menanti Anda. Beberapa di antaranya bahkan bisa memengaruhi kesehatan mental karena tekanan pikiran yang begitu berat.

Bahkan berdasarkan riset dari Harvard Business School, 75% startup baru akan mengalami kegagalan di periode awal karena berbagai macam faktor.

Meskipun begitu, terdapat istilah “What doesn’t kill you only make you stronger“. Jika disimpulkan dalam Bahasa Indonesia, artinya masalah yang bisa Anda lewati akan membuat Anda semakin kuat, secara fisik maupun pikiran.

Sifat pantang menyerah dan terbiasa dengan sebuah kegagalan ini wajib ada di pikiran semua orang yang punya usaha. Sebab jika menyerah, pastinya perjalanan bisnis mereka akan berakhir.

5. Konsisten

Sifat yang wajib dimiliki oleh orang yang punya wirausaha adalah konsisten dalam menjalankan usaha mereka. Sebab dalam dunia wirausaha, akan ada banyak rencana yang baru bisa tercapai setelah bertahun-tahun.

Jika tidak konsisten dan mudah bosan, bisa-bisa tidak ada proyek dalam bisnis yang tercapai.

Selain itu, banyak orang yang hanya semangat di masa-masa awal membuat usaha saja. Sedangkan Entrepreneurship masih memiliki perjalanan panjang, bahkan setelah penghasilan dari bisnis tersebut bisa dibilang stabil.

Dengan fokus jangka panjang dan konsistensi tinggi, barulah usaha Anda bisa berjalanan sesuai dengan rencana yang ingin dicapai.

Baca juga: Ciri – ciri wirausahawan yang harus anda ketahui?

Bagaimana Cara Melatih Berpikir Kreatif Sebagai Seorang Entrepreneur?

Salah satu hal yang wajib dimiliki oleh Entrepreneurship adalah kreativitas. Atau dalam situs Entrepreneur.com, skill ini disebut dengan entrepreneurial creativity.

Seorang wirausahawan harus bisa berpikir out of the box. Dengan begitu mereka bisa menciptakan sebuah inovasi yang belum pernah diciptakan atau bahkan terpikirkan oleh orang lain untuk masalah di kehidupan sehari-hari.

Namun, tidak semua orang punya kemampuan berpikir dengan kreatif. Beberapa di antaranya bahkan tidak punya kreativitas sama sekali.

Tapi tenang saja, sebab kreativitas bukanlah sebuah kemampuan bawaan lahir. Orang yang awalnya tidak kreativ sekalipun bisa melatih kemampuan berpikir mereka agar lebih kreatif dengan kebiasaan tertentu. Apa sajakah itu?

1. Membiasakan Menulis Memo atau Jurnal

Di era modern seperti saat ini, sudah jarang orang yang menulis jurnal, diary, atau memo untuk aktivitas sehari-hari. Justru menulis jurnal saat ini sudah terlihat seperti kegiatan yang aneh di kalangan anak muda.

Padahal jurnal adalah salah satu cara melatih kemampuan berpikir pada otak manusia.

Ada 2 alasan mengapa menulis jurnal bisa melatih kreativitas, di antaranya:

  • Dengan menulis jurnal, Anda akan menulis seluruh rancangan ide kreatif yang pada saat itu dirasa mustahil untuk diwujudkan
  • Jurnal juga akan membantu memperingan kerja otak untuk mengingat hal-hal yang berhubungan dengan short-term memory. Sehingga Anda bisa memiliki lebih banyak energi untuk berpikir hal lain

Saat ini, jurnal atau memo sudah bisa ditulis di HP atau komputer dengan aplikasi Notepad. Meskipun begitu, menulis jurnal secara analog akan memberikan dampak yang lebih efektif untuk kreativitas otak kita.

2. Melakukan Kegiatan Rutinitas Secara Manual

Dengan adanya berbagai macam teknologi, hampir semua rutinitas sudah dilakukan menggunakan elektronik. Mulai dari rutinitas di rumah seperti mencuci baju & cuci piring, hingga rutinitas yang berhubungan dengan pekerjaan seperti menyusun rancangan plan.

Teknologi memang sangat membantu kehidupan manusia. Namun, alat ini membutuhkan konsentrasi penuh untuk mengoperasikannya. Selain itu dengan singkatnya proses pekerjaan yang dilakukan oleh teknologi, membuat otak kita tidak punya waktu untuk berpikir selain dari pekerjaan tersebut.

Sebaliknya, menyelesaikan rutinitas dengan cara manual seperti cuci piring sendiri, mengepel lantai tanpa vakum, atau bahkan menyirami tanaman akan memberikan waktu kepada otak untuk berpikir selain dari kegiatan tersebut. Sebab rutinitas yang dilakukan cenderung mudah, membutuhkan waktu yang lebih lama, dan membosankan.

Cara ini akan lebih efektif bila Anda melakukan kegiatan yang sifatnya repetitif, misalnya:

  • Melipat baju dari jemuran
  • Menyapu lantai rumah
  • Mengelap kaca
  • Mencuci piring
  • Menyiram tanaman
  • Mencuci mobil

3. Memperbanyak Referensi

Dalam dunia kewirausahaan, ada jenis “immitator Entrepreneurship” atau dalam bahasa Indonesia artinya kewirausahaan yang meniru atau mengimitasi. Selama tidak melanggar peraturan dari HAKI, hal ini bukanlah aib bagi sebuah wirausaha.

Bahkan membuat sebuah rencana yang kreatif tanpa referensi apapun adalah hal yang mustahil. Karena seorang seniman profesional sekalipun membutuhkan referensi untuk karya seni yang ingin ia buat.

Dalam dunia bisnis sendiri, referensi bisa Anda dapatkan dengan melihat usaha milik orang lain, baik di dalam maupun luar negeri. Kemudian, bandingkan apa kelebihan dari usaha mereka dan apa kekurangannya.

4. Buat Diri Anda Bosan

Berdasarkan sebuah riset, orang yang bosan akan punya pikiran yang lebih kreatif dibandingkan orang yang terus berkegiatan. Sayangnya saat ini sudah mustahil bagi kita untuk merasa bosan karena semua aplikasi hiburan sudah ada di dalam genggaman tangan.

Oleh karena itu, rasa bosan harus dibuat secara sengaja untuk memaksa pikiran kita berpikir secara kreatif. Salah satu cara yang paling mudah adalah seperti berikut ini:

  • Matikan atau silent HP Anda selama di kasur
  • Jangan bawa HP ke kamar mandi
  • Jangan cek media sosial ketika sedang istirahat makan siang
  • Jika usaha yang Anda miliki tidak berhubungan dengan sosial media, hapus semua aplikasi media sosial di HP dan hanya buka lewat komputer
  • Hapus semua aplikasi berita online, dapatkan berita terbaru dengan berlangganan koran

5. Bermeditasi atau Melakukan Kegiatan yang Sifatnya Therapeutic

Cara melatih kemampuan berpikir kreatif yang terakhir adalah dengan bermeditasi. Anda bisa mencari bermacam cara meditasi di internet atau meminta bantuan dari instruktur yang sudah ahli.

Selain untuk melatih kemampuan berpikir, meditasi juga bisa menenangkan kondisi pikiran dan mental Anda setelah berhari-hari memikirkan perusahaan.

Jika Anda tidak suka bermeditasi, cobalah lakukan kegiatan seni yang sifatnya therapeutic, misalnya:

  • Menggambar sketsa
  • Melukis dengan cat air atau cat minyak
  • Memahat
  • Menenun, menyulam, atau menjahit
  • Membuat tembikar

Kegiatan tersebut bukan dilakukan untuk menghasilkan karya seni yang bagus, jadi tidak masalah jika Anda merasa tidak punya kemampuan di bidang seni. Selain itu, cobalah kegiatan dari yang mudah dulu.

Kegiatan di atas dilakukan hanya sebagai terapi pikiran agar kemampuan entrepreneurial creativity kita lebih terasah.

Apakah Seorang Entrepreneur Harus Belajar Secara Formal?

Anda pasti sudah melihat banyak entrepreneur yang punya bisnis sukses meskipun putus sekolah. Hal ini memang tidak mustahil, namun bukan berarti kita bisa mengesampingkan pendidikan formal.

Justru, saat ini sudah banyak universitas dengan jurusan kewirausahaan seperti Podomoro University di Jakarta. Dengan begitu Anda bisa mempelajari hal-hal tentang wirausaha yang memang disukai saja tanpa dipaksa belajar mata pelajaran yang tidak sukai.

Selain itu, memiliki pendidikan formal di jurusan wirausaha bisa membantu kita bertemu orang-orang yang sudah berpengalaman di dunia bisnis. Sehingga kita bisa belajar langsung kepada para pelaku wirausaha.

Memang banyak orang yang berpendapat bahwa pendidikan bukanlah hal wajib jika ingin membangun bisnis sendiri. Sebab keberhasilan muncul dari trial & error yang dilakukan berulang-ulang.

Tapi jika memang Anda ingin serius di bidang ini dari sejak muda dan tidak ingin meninggalkan pendidikan formal, tidak ada salahnya mencoba perguruan tinggi yang punya jurusan Entrepreneurship.

Seperti itulah bahasan lengkap mengenai Entrepreneurship atau kewirausahaan. Semoga dengan adanya artikel ini, Anda bisa semakin memantapkan diri jika memang ingin melangkah membuat bisnis sendiri dan membantu perekonomian orang-orang terdekat atau bahkan perekonomian negara sendiri.

Baca juga: Mahasiswa Kewirausahaan membantu Wirausaha Desa Batulayang melalui Kegiatan Wira Desa 2021

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.