ArticleEntrepreneurship

Merdeka Belajar “ Strategi Pembelajaran di Tengah Pandemi”

Unit Pengabdian Masyarakat Podomoro University bekerjasama dengan Program Studi Kewirausahaan Podomoro University dan Mini Workshop Series (MWS) beserta dengan HR Excellency mengadakan seminar dengan tema Merdeka Belajar “ Strategi  Pembelajaran di Tengah Pandemi” yang diadakan hari Sabtu, 20 Juni jam 09.00 – 11.00 via zoom, dengan pembicara :

  1. Dr. Wisnu Dewobroto
    Ketua Program Studi Kewirausahaan Podomoro University dan Tim Kewirausahaan Merdeka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Anthony Dio Martin
    Mini Workshop Series (MWS) & HR Excellency

Acara ini diadakan bertujuan untuk membantu para guru meningkatkan kapasitas mereka dalam kegiatan pembelajaran di tengah situasi pandemi. Acara akan dilakukan secara serial untuk tema-tema lain yang sesuai dengan kebutuhan guru-guru dari berbagai penjuru daerah.

Dalam webinar yang diikuti oleh sekitar 130 orang guru dari berbagai kota, mulai dari mayoritas guru SMA, guru SD, SMP, MTs, guru home schooling, sampai dengan dosen PTS, Pak Wisnu selaku pembicara pertama dalam sesi ini menekankan konsep ACT, LEARN & BUILD, konsep yang sudah diterapkan kepada mahasiswa Podomoro University. Mahasiswa diajarkan untuk memiliki Entrepreneurial Mindset, mereka diajar untuk tidak takut dalam bertindak atau mengambil keputusan dan tidak takut salah atau takut mengalami kegagalan(ACT). Justru dari kesalahan dan kegagalan tersebut kita belajar hal baru dan mencari jalan keluar(LEARN), setelah itu konsep (BUILD) dimulai ketika kita mempelajari segala sesuatu dari awal setelah mengalami kegagalan dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang terjadi, agar kelak kesalahan tersebut tidak terulang lagi.

Konsep ACT, LEARN & BUILD dapat dijadikan contoh sehari-hari saat terjadi pandemi saat ini, terlebih konsep ini sejalan dengan pengembangan KOGNITIF – AFEKTIF – PSIKOMOTORIK untuk siswa/i. Disini Pak Wisnu memberikan masukan atau ide kreatif baru dimana para siswa yang terpaksa masih harus belajar dari rumah, merasa bosan dengan sistem pembelajaran yang itu-itu saja, maka para guru perlu memasukkan inovasi baru dalam mengajar. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat anak-anak dalam proses belajar mengajar, seperti contohnya tidak selalu menerapkan sistem teori satu arah, tapi dapat juga membuat permainan/aktifitas atraktif, yang dapat memberikan pengalaman baru untuk para siswa, terutama untuk mengasah dan mengembangkan aspek keterampilan afektif & motorik. Dengan adanya, kegiatan atraktif ini, siswa tidak merasa bosan karena terlalu banyak ujian atau tugas teoretikal yang diberikan. Untuk menjalankan konsep ACT, LEARN & BUILD selama PJJ, menurut Pak Wisnu kolaborasi dan kerjasama antara guru dan orang tua murid dalam memberikan pelatihan serta permainan yang atraktif kepada siswa/i, menjadi salah satu kunci yang paling penting.

Pembicara kedua yaitu Pak Anthony Dio Martin dari Mini Workshop Series (MWS) dan HR Excellency, beliau menjelaskan bahwa sistem belajar tidak selalu harus di dalam kelas, seperti yang terjadi pada saat pandemi ini.Kita dipaksa untuk tetap melakukan sistem pembelajaran tapi secara online agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, dalam masa inilah inovasi baru tetap harus dilakukan.

Selama masa PJJ, para guru tetap harus mengaplikasikan konsep kemampuan berpikir taksonomi bloom dalam kegiatan belajar mengajar. Taksonomi bloom berbicara mengenai tujuan pendidikan yang dibagi kedalam 3  ranah, yaitu ranah Kognitif, ranah Affektif dan ranah Psikomotorik. Taksonomi Bloom juga dijelaskan oleh Ki Hadjar Dewantara dengan istilah Cipta, Rasa dan Karsa. Karena hal ini lah, peran orang tua di masa sistem pembelajaran masa pandemi tidak boleh lepas tangan dan menyerahkan seluruh tugas pendidikan hanya kepada guru, begitupun sebaliknya. Orang tua justru harus diberikan pemahaman bahwa pendampingan mereka saat ini juga dibutuhkan, kolaborasi guru dan orang tua menjadi kunci keberhasilan inovasi pendidikan di era pandemi saat ini, sejalan pula dengan apa yang telah disampaikan oleh Pak Wisnu.

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari seminar ini, bagaimana inovasi dan ide baru sangat penting dalam sistem pembelajaran agar para siswa tidak mengalami kebosanan selama melakukan PJJ.

Nantikan seri webinar pendidikan selanjutnya dari Podomoro University dengan terus memantau instagram @podomorouniversity, untuk mengetahui update event-event selanjutnya. Sampai berjumpa kembali!

Writer : Marcomm
Editor : Marcomm

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.