Menjadi Seorang Entrepreneur Meski Minim Modal & Pengalaman?

Entrepreneurship atau kewirausahaan saat ini jadi alternatif karir yang semakin menarik dan menggiurkan, apalagi di kalangan Generasi Z. Bagaimana tidak menggoda, ketika kamu bisa jadi bos buat dirimu sendiri, membuat keputusan-keputusan penting, dan bekerja keras sampai akhirnya kamu merasa puas karena tujuanmu yang sudah tercapai?

Meskipun ide menjadi seorang entrepreneur atau wirausaha boleh jadi terdengar sangat menggiurkan, nyatanya jalan yang dihadapi sangat sulit. Berdasarkan data dari Hubspot, tercatat bahwa 90 persen bisnis startup mengalami kegagalan.

Menjadi Seorang Entrepreneur Meski Minim Modal & Pengalaman?

Tak hanya itu saja, Hubspot juga menjelaskan bahwa para entrepreneur cenderung lebih anxious atau cemas dibandingkan orang lain, dan mengalami stres yang lebih tinggi dari hari ke hari. Pasalnya, menjadi seorang entrepreneur juga berarti kamu lah yang bertanggung jawab dari atas sampai bawah.

Lalu, kalau begitu apakah artinya menjadi entrepreneur adalah cita-cita yang mustahil? Tentu saja tidak. Meskipun sulit dan menantang, kamu akan bisa menikmati kepuasan yang luar biasa begitu semua usahamu terbayar lewat kesuksesanmu dalam memberikan dampak besar bagi dunia.

Tapi, bagaimana dengan kamu yang minim modal dan minim pengalaman, tapi tetap ingin memperjuangkan cita-citamu menjadi seorang entrepreneur? Tenang saja, karena ada cara yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkan impianmu, kok.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Perbedaan Pengusaha dan Entrepreneur!

Cara Menjadi Entrepreneur

Dirangkum dari Hubspot dan Forbes, inilah panduan langkah yang dapat kamu lakukan untuk memulai langkahmu sebagai seorang entrepreneur.

1. Pahami apa itu entrepreneurship.

Meskipun menjadi entrepreneur saat ini sedang jadi tren, bukan berarti entrepreneurship itu sendiri sebatas sebuah tren yang akan datang dan pergi dengan sendirinya. Kalau kamu siap berkomitmen sepenuhnya untuk menjadi seorang entrepreneur, kamu perlu cari tahu dan pahami dulu apa itu entrepreneur sampai esensinya.

Ingat, entrepreneur beda dengan freelancer, meskipun keduanya sama-sama menawarkan kesempatan untuk jadi bos bagi diri sendiri. Kamu bisa jadi memulai jalan jadi entrepreneur dengan melakukan hal yang kamu suka. Tapi, kamu juga harus belajar untuk menjadi pemimpin dalam ranah bisnis.

2. Temukan ide bisnis startup-mu.

Salah satu hal penting dari entrepreneur yang menentukan kesuksesannya adalah ide yang kreatif, unik, dan benar-benar baru. Kamu bisa lakukan beberapa cara dalam menemukan ide bisnis startup, seperti menanyakan ke orang-orang di sekitar apa masalah yang paling sering membuat mereka frustasi. Bahkan, cara sesimpel ini telah sukses menghasilkan banyak entrepreneur dan bisnis startup sukses.

Baca juga: Serba-serbi Funding untuk Startup: Pengertian, Manfaat, dan Tahapannya

3. Identifikasi dan fokus pada kategori yang sedang bertumbuh.

Dilansir dari Hubspot, pakar lisensi dan strategi kekayaan intelektual Stephen Key juga merekomendasikan para calon entrepreneur untuk memilih kategori produk yang dianggap menarik sebelum memulai bisnisnya. Tak hanya itu, pilihlah kategori produk yang tidak terlalu kompetitif. Tujuannya adalah untuk memudahkanmu dalam melisensikan idemu jika kamu fokus pada kategori yang bertumbuh dan terbuka atas segala inovasi.

Setelah memilih kategori produk, Key menyarankan untuk mempelajari semua produk dalam kategori tersebut. Seperti apa saja manfaat masing-masing produk, strategi pemasaran dan pengemasan, review masing-masing produk, dan peningkatan yang kamu anggap memungkinkan untuk dilakukan.

4. Bangun network-mu.

Sebagai seorang entrepreneur, koneksi dan sumber daya yang luas dan banyak akan sangat bermanfaat bagi perkembangan bisnismu. Oleh karena itu, sambil membangun bisnis-mu dari nol, kamu bisa sekaligus membangun network secara perlahan. Dan di dalam network-mu, pastikan ada orang dari berbagai profesi seperti advisor, investor, founder bisnis-bisnis lain, mentor, dan sebagainya.

Baca juga: Mengenal Angel Investor: Definisi, Sejarah, dan Kelebihannya

5. Ciptakan produk-mu.

Meskipun entrepreneur sangat identik dengan ide-ide yang baru dan fresh, ingat bahwa “there’s nothing new under the sun”. artinya, tidak ada di dunia ini yang benar-benar baru dari nol. Dan bisnis-bisnis yang sukses saat ini menggunakan inovasi dan kreativitas untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalah yang timbul dari adanya solusi yang sebelumnya timbul.

Oleh karena itu, sebenarnya sah-sah saja kalau kamu memiliki ide bisnis yang merupakan inovasi dari ide yang sudah ada. Sebab, ingat bahwa pengguna produk-mu nanti adalah manusia, yang kebutuhan dan permasalahannya akan ikut berubah seiring dengan perubahan waktu.

Cara Menjadi Entrepreneur

6. Lakukan riset buyer persona.

Ide dan produk yang sudah kamu punya harus dites atau diuji. Salah satu tujuannya adalah untuk memastikan bahwa memang ada orang yang akan membeli produknya – tentu saja selain teman dan keluargamu, ya!

Untuk mengujinya, kamu bisa melakukan riset buyer persona. Jadi, kamu harus tahu dulu siapa buyer persona-mu, alias siapa orang-orang yang kamu sasar. Tak peduli seberapa inovatif atau keren produkmu, jika buyer persona-mu tidak tertarik membeli jadinya untuk apa produk-mu ada.

Untuk melakukan riset buyer persona, kamu perlu identifikasi dulu siapa konsumen yang kamu sasar. Kemudian, lakukan wawancara untuk mendapatkan informasi lebih jelas tentang apa yang sebenarnya mereka butuhkan terkait produk yang kamu punya. Lebih bagus lagi, lakukan demo produk dan minta feedback dari narasumber-mu.

Kalau kamu ingin menguji minat pasar sebelum meluncurkan produk atau memulai bisnismu, buatlah landing page yang menjelaskan apa produk/layananmu. Minta para pengunjung untuk memasukkan alamat email mereka dengan imbalan tertentu. Misalnya early access, langganan gratis, membership, produk gratis, diskon, dan sebagainya. Dan jangan lupa pula untuk mempromosikannya ke media sosial atau iklan online untuk mencari tahu konversinya.

7. Mulai dengan minimum viable product (MVP).

MVP atau minimum viable product adalah versi paling basic dari alat atau layanan yang akan kamu luncurkan. MVP ini dibuat sefungsional mungkin untuk memuaskan para pelanggan awalmu, dan membantu mereka mengidentifikasi apa aspek dari produk yang bisa ditingkatkan.

Buat kamu yang punya modal minim, adanya MVP ini bisa membantumu memulai bisnismu sendiri sebagai seorang entrepreneur meskipun modal-mu terbatas. Tapi, kamu juga masih punya cukup ruang sambil menunggu sampai akhirnya produk-mu benar-benar tervalidasi dan diterima.

8. Buat business plan.

Setiap bisnis harus membuat business plan di awal, dan bisnis startup bukanlah pengecualian. Secara garis besar, business plan atau rencana bisnis adalah dokumen formal yang menjabarkan apa tujuan bisnis-mu, serta langkah-langkah apa yang akan kamu lakukan untuk mencapainya. Dan langkah-langkah tersebut mencakup strategi pemasaran, anggaran, proyeksi keuangan, serta pencapaian atau milestone.

Sebagai seorang entrepreneur, tugasmu adalah untuk menentukan apa yang jadi misi, visi, serta tujuan jangka pendek maupun jangka panjang perusahaan. Dengan melakukan perencanaan strategis seperti ini, business plan pun menjadi produk atau output dari kerja kerasmu, dan dapat membantumu dalam mengembangkan bisnis startup-mu.

Baca Juga: Panduan Membuat Proposal Usaha Untuk Bisnis

9. Terus kembangkan MVP berdasarkan feedback.

Ingat bahwa MVP merupakan versi produkmu yang paling minimal, sehingga tentu saja versi ini tidak akan bisa terus-menerus bertahan di tengah kompetisi pasar yang ketat. Apalagi kalau kamu punya mimpi besar untuk bisnis startup-mu.

Oleh karena itu, meskipun kamu sudah mendapatkan ketertarikan/minat dan permintaan dari pasar, mendapatkan pelanggan dan sukses menjual produk, dan mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, jangan lupa untuk terus mengembangkan produk-mu berdasarkan feedback yang masuk.

10. Kembangkan bisnismu.

Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan bisnis-mu, dan salah satunya adalah dengan menarik dana dari luar guna menjaga arus kas yang dibutuhkan dalam membawa bisnismu ke level yang lebih tinggi. Dan disinilah business plan-mu bisa membantumu. Karena dengan business plan, kamu bisa mendapatkan suntikan dana baik dari investor maupun kreditur.

Di samping itu, kamu juga bisa pertimbangkan keputusan untuk mencari co-founder sebagai tandem-mu dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis startup-mu. Apalagi, keberadaan co-founder rupanya juga bisa membantu bisnis-mu dalam mendapatkan pendanaan, terutama dari para investor modal ventura (venture capital). Apalagi, co-founder dengan skill dan latar belakang yang berbeda bisa memberikan perspektif baru dalam pengembangan bisnismu, ditambah koneksi yang lebih luas.

Itu tadi dia 10 langkah yang bisa kamu lakukan dalam memulai jalanmu mewujudkan impian sebagai seorang entrepreneur, bahkan meskipun kamu punya modal minim dan belum punya cukup pengalaman. Meskipun sulit dan menantang, ingat bahwa semua entrepreneur sukses yang kamu kenal sekarang juga menghadapi dinamika yang sama. Jadi, kamu tak perlu langsung patah semangat, ya!

Buat kamu yang ingin menjadi seorang entrepreneur dan mempelajari hal-hal tentang wirausaha lebih dalam, saat ini sudah banyak universitas dengan jurusan kewirausahaan seperti Podomoro University di Jakarta.

Baca juga: Ciri-ciri Wirausahawan yang Harus Anda Ketahui

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Table of Contents

Related Posts

Sudah Menemukan Potensi Diri? Kenali Potensi Dirimu, Yuk!

Sudah Menemukan Potensi Diri? Kenali Potensi Dirimu, Yuk!

Apa itu potensi diri? Potensi diri adalah kemampuan individu yang masih tersimpan dan belum digunakan dengan maksimal. Potensi diri dapat berkembang melalui bakat atau pun usaha belajar dan kerja keras sehingga potensi dapat ditunjukkan melalui aksi. Setiap individu memiliki potensi diri. Namun, tidak semuanya dapat menggunakan potensi diri dengan baik. Potensi diri dapat digunakan dengan

Ketahui Apa Gaya Kepemimpinanmu di Sini!

Ketahui Apa Gaya Kepemimpinanmu di Sini!

Dalam sebuah organisasi, kehadiran pemimpin sangat dibutuhkan. Pemimpin secara tidak langsung menentukan nasib organisasi akan mengalami kemajuan atau kemunduran. Seorang pemimpin membantu organisasi mencapai tujuannya dengan cara mendorong, menggerakkan, dan meyakinkan anggotanya agar dapat bekerjasama dengan baik. Pemimpin juga harus mampu menggali potensi anggotanya. Umumnya, penunjukkan pemimpin didasarkan oleh pertimbangan tertentu sehingga ditemukan seorang pemimpin

Mengenal Tokoh Inspiratif Bob Sadino & Kata-kata Motivasinya

Mengenal Tokoh Inspiratif Bob Sadino & Kata-kata Motivasinya

Bambang Mustari Sadino atau yang kerap disapa Bob Sadino atau Om Bob, merupakan tokoh inspiratif di dunia bisnis. Pengusaha inspiratif ini lahir di Tanjungkarang, Lampung pada 9 Maret 1933, dan meninggal dunia pada 19 Januari 2015. Nama Bob Sadino dikenal sebagai seorang pebisnis yang sukses, Bob Sadino memiliki beberapa bisnis yakni Kem Chicks, Kemfood, Kem

Ini Alasan Kenapa Bisnis Perlu Analisis Peluang Pasar

Salah satu rahasia sebuah bisnis dapat tetap bertahan di tengah persaingan pasar, dan ketidakstabilan ekonomi adalah model bisnis yang tepat. Namun, menentukan model bisnis bukanlah hal yang mudah, ada banyak hal yang perlu dilakukan dan dikorbankan untuk menemukan model bisnis yang tepat di tengah pasar yang beragam. Salah satu faktor yang dapat memudahkan Anda untuk