Mengetahui Apa Itu Hak Paten dan Jenis-Jenisnya

Ketika sedang mengembangkan sebuah bisnis baru, masalah hak paten akan menjadi salah satu rintangan yang akan Anda rasakan. Sebab minimnya edukasi tentang Intellectual Property untuk masyarakat awam membuat pengurusan paten jadi semakin sulit, khususnya untuk wirausahawan yang belajar secara otodidak.

Padahal hak paten merupakan salah satu aspek paling penting yang dibuat untuk melindungi hak pengusaha sebagai pemilik produk atau metode tertentu yang digunakan dalam perusahaannya. Sehingga bila ada pihak lain yang melanggar, pemilik paten bisa membawa kasus tersebut ke meja pengadilan untuk menuntut ganti rugi.

Melihat pentingnya masalah paten untuk startup dan bisnis baru, ada baiknya kita pelajari bersama dasar-dasar dan apa saja yang perlu diketahui tentang jenis IP ini.

Apa yang Dimaksud dengan Hak Paten?

Berdasarkan penjelasan dari Wikipedia, hak paten adalah salah satu jenis Intellectual Property yang memberikan hak secara hukum untuk pemilik agar tidak ada orang lain yang boleh menggunakan, menjual, atau membuat penemuan atau produk yang telah mereka patenkan.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pemilik paten bisa menuntut pihak yang melanggar aturan atau menggunakan produk yang sudah dipatenkan tanpa izin sang pemilik.

Dalam dunia industri dan bisnis sendiri, paten menjadi salah satu bentuk kekuasaan, kepemilikan, sekaligus bentuk keuntungan dari segi persaingan dengan bisnis lain. Sebab memiliki paten untuk sebuah teknik produksi yang efektif bisa sangat menguntungkan sebuah perusahaan.

Itulah mengapa, bisnis sekelas startup sekalipun wajib memiliki hak paten atas semua rencana, teknik produksi, dan aset yang mereka miliki.

Sebab tidak sedikit kasus, di Indonesia maupun luar negeri, dimana sebuah perusahaan besar meniru penemuan dari sebuah bisnis kecil dan memperkenalkannya ke dunia dengan mengaku bahwa produk tersebut mereka yang buat. Jika bisnis kecil yang menemukan teknik tersebut tidak memiliki hak secara hukum, maka tidak ada yang bisa dilakukan dan mereka akan mengalami kerugian materil yang sangat besar.

Apa yang Dimaksud dengan Hak Paten?

Produk Apa Saja yang Bisa dan Tidak Bisa Dipatenkan dari Sebuah Bisnis?

Ada beberapa hal yang bisa dan tidak bisa dipatenkan dari sebuah bisnis. Untuk produk yang bisa diberikan paten, sebagian contohnya adalah di bawah ini.

  • Teknik olahraga
  • Teknik kedokteran
  • Metode bisnis
  • Aplikasi atau perangkat lunak
  • Mesin, produk, dan proses produksi

Untuk poin yang terakhir, mesin, produk dan proses produksi yang dimaksud di sini juga termasuk algoritma, alat-alat seperti aparatus, perangkat elektrik, perangkat mekanik, dan komposisi dari hal-hal yang berkaitan dengan bahan kimia seperti DNA, RNA, obat-obatan, dan sebagainya. Sedangkan yang tidak bisa diberikan hak paten adalah seperti berikut ini:

  • Appropriate technology
  • Produk yang tentangan dengan moralitas, hukum dan agama
  • Zat-zat alamiah
  • Perangkat lunak yang menerapkan algoritma
  • Rumus matematik

Mengapa Hak Paten Sangat Penting untuk Startup dan Bisnis Baru?

Mengutip dari situs Legal Team USA, tujuan utama dari sebuah paten adalah untuk melindungi aset berupa teknik produksi, desain, dan produk yang dimiliki oleh sebuah perusahaan secara hukum. Sehingga tidak ada pihak lain yang bisa meniru desain yang sama, produk yang sama, atau teknik produksi yang sama yang bisa menyebabkan kerugian untuk pihak yang menemukannya pertama kali.

Paten ini sangat penting bahkan untuk hal-hal yang dianggap sepele seperti nama sebuah brand, logo, atau bahkan tampilan dari sebuah aplikasi.

Dengan memiliki paten untuk semua produk yang mereka ciptakan, sebuah startup dan bisnis kecil bisa mengurangi resiko kerugian yang dialami karena ada pihak lain yang mengaku sebagai pemilik produk tersebut dalam jangka waktu sekitar 20 tahun.

Jangka waktu ini dimulai sejak sebuah perusahaan mendaftarkan hak paten dari penemuan yang mereka miliki, meskipun dokumen-dokumen resminya belum selesai.

Selain itu, memiliki paten yang jelas untuk setiap aset yang dimiliki juga bisa menghindari terjadinya tuntutan hukum dari pihak peniru yang mengaku-ngaku bahwa mereka adalah penemu aset tersebut. Jika kasus seperti ini terjadi, dan sebuah startup tidak memiliki paten atas aset yang mereka temukan, maka startup tersebut bisa dituntut ganti rugi untuk penemuan mereka sendiri.

Baca juga: Panduan Membuat Proposal Usaha untuk Bisnis

Apakah Hak Paten dan Hak Cipta itu Sama?

Satu hal yang banyak membuat orang bingung adalah masalah apakah hak cipta dan paten itu sama. Jawaban singkatnya, tidak. Hak cipta dan paten adalah 2 hal yang berbeda, walaupun sama-sama termasuk dalam jenis Intellectual Property.

Cara yang paling sederhana untuk membedakan hak cipta dan paten adalah paten memiliki jangka waktu terbatas, yaitu 20 tahun. Sedangkan hak cipta adalah hak yang diberikan khusus untuk pencipta penemuan tersebut, jadi tidak ada batas waktu kapan sang pencipta memiliki hak secara hukum atas penemuannya. Selain itu, yang dilindungi oleh hak cipta dan paten pun berbeda.

Jika dilihat dari arti masing-masing, hak paten adalah sebuah hak secara hukum yang diberikan kepada inventor atau penemu atas penemuannya. Sedangkan hak cipta adalah hak yang eksklusif diberikan kepada seorang penemu pertama dari sebuah penemuan, baik itu berupa produk, karya tulis, foto, lagi, seni, termasuk hal-hal yang berhubungan dalam dunia bisnis dan industri.

Sebagai contoh, mobil diciptakan oleh ilmuwan asal Jerman yaitu Karl Benz. Artinya, hak cipta dari mobil hanya dimiliki oleh Karl Benz sendiri.

Tetapi, perusahaan-perusahaan pembuat mobil bisa memiliki hak paten atas desain mobil, cara pembuatan, dan cara operasi mobil yang mereka buat masing-masing.

Undang-Undang yang mengatur hak cipta dan hak paten di Indonesia juga berbeda. Hak cipta diterangkan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, sedangkan paten dibahas dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Pasal 1 ayat 1 tentang Hak Paten.

Apakah Hak Paten dan Hak Cipta itu Sama?

Apa Saja Jenis Paten yang Bisa Diajukan?

Salah satu alasan mengapa banyak wirausahawan malas membuat hak paten selain karena prosesnya yang lama adalah karena ada beberapa jenis paten yang bisa diajukan.

Hal ini tentu membuat rencana pengajuan paten semakin rumit. Sebenarnya hanya ada 4 jenis paten di dunia, yaitu:

  • Utility Patent
  • Provisional Patent
  • Design Patent
  • Plant Patent

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu di bawah ini.

1. Utility Patent

Utility Patent adalah jenis paten yang dimengerti oleh kebanyakan masyarakat awam, yaitu paten yang digunakan untuk melindungi hak pemilik atau penemu dari produk temuannya. Jika ada orang yang bicara-bicara tentang hak paten, umumnya yang mereka maksud adalah Utility Patent.

2. Provisional Patent

Provisional Patent adalah jenis paten yang sifatnya lebih informal. Proses pembuatan provisional patent jauh lebih cepat dan dokumen yang dibutuhkan lebih sedikit. Namun, paten jenis ini tidak bisa melindungi investasi Anda sepenuhnya. Dan jika dalam 1 tahun Anda tidak melampirkan dokumen lengkap untuk utility patent, maka hak paten sementara akan hilang dan orang lain bisa mengajukan paten untuk temuan yang sama.

3. Design Patent

Sesuai dengan namanya, design patent adalah sebuah paten yang digunakan untuk melindungi desain sebuah produk. Contohnya yang belakangan ini pernah hangat dibicarakan adalah masalah desain dari PS5 yang diajukan hak paten meskipun desain asli yang keluar berbeda dengan apa yang dibocorkan.

Design patent ini diajukan agar tidak ada perusahaan lain yang mencuri ide dari desain produk yang Anda miliki, walaupun pada keputusan akhirnya perusahaan Anda tidak menggunakan desain produk tersebut.

4. Plant Patent

Dan yang terakhir adalah Plant patent, sebuah hak paten yang hanya bisa diajukan untuk sebuah tanaman. Dengan plant patent, peneliti, ilmuwan, atau perusahaan yang menemukan tanaman tersebut bisa mendapatkan perlindungan hukum ketika ada pihak lain yang menjual, meniru, atau menggunakan tanaman dengan karakteristik yang sama.

Tanaman-tanaman yang diberikan hak paten adalah tanaman dari hasil persilangan atau modifikasi genetik oleh ilmuwan untuk dijual, bahan obat-obatan atau untuk keperluan lainnya.

Walaupun sulit, hak paten sangat penting untuk dipelajari oleh orang-orang yang ingin membuat startup atau usaha sendiri. Itulah mengapa, Podomoro University mengajarkan materi ini secara khusus untuk mahasiswa jurusan kewirausahaan agar mereka paham bagaimana cara melindungi aset perusahaan dan Intellectual Property ketika sudah terjun ke dunia bisnis nanti.

Baca juga: Etika Berbisnis yang Harus Diketahui Calon Pebisnis

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Table of Contents

Related Posts

Sudah Menemukan Potensi Diri? Kenali Potensi Dirimu, Yuk!

Sudah Menemukan Potensi Diri? Kenali Potensi Dirimu, Yuk!

Apa itu potensi diri? Potensi diri adalah kemampuan individu yang masih tersimpan dan belum digunakan dengan maksimal. Potensi diri dapat berkembang melalui bakat atau pun usaha belajar dan kerja keras sehingga potensi dapat ditunjukkan melalui aksi. Setiap individu memiliki potensi diri. Namun, tidak semuanya dapat menggunakan potensi diri dengan baik. Potensi diri dapat digunakan dengan

Ketahui Apa Gaya Kepemimpinanmu di Sini!

Ketahui Apa Gaya Kepemimpinanmu di Sini!

Dalam sebuah organisasi, kehadiran pemimpin sangat dibutuhkan. Pemimpin secara tidak langsung menentukan nasib organisasi akan mengalami kemajuan atau kemunduran. Seorang pemimpin membantu organisasi mencapai tujuannya dengan cara mendorong, menggerakkan, dan meyakinkan anggotanya agar dapat bekerjasama dengan baik. Pemimpin juga harus mampu menggali potensi anggotanya. Umumnya, penunjukkan pemimpin didasarkan oleh pertimbangan tertentu sehingga ditemukan seorang pemimpin

Mengenal Tokoh Inspiratif Bob Sadino & Kata-kata Motivasinya

Mengenal Tokoh Inspiratif Bob Sadino & Kata-kata Motivasinya

Bambang Mustari Sadino atau yang kerap disapa Bob Sadino atau Om Bob, merupakan tokoh inspiratif di dunia bisnis. Pengusaha inspiratif ini lahir di Tanjungkarang, Lampung pada 9 Maret 1933, dan meninggal dunia pada 19 Januari 2015. Nama Bob Sadino dikenal sebagai seorang pebisnis yang sukses, Bob Sadino memiliki beberapa bisnis yakni Kem Chicks, Kemfood, Kem

Ini Alasan Kenapa Bisnis Perlu Analisis Peluang Pasar

Salah satu rahasia sebuah bisnis dapat tetap bertahan di tengah persaingan pasar, dan ketidakstabilan ekonomi adalah model bisnis yang tepat. Namun, menentukan model bisnis bukanlah hal yang mudah, ada banyak hal yang perlu dilakukan dan dikorbankan untuk menemukan model bisnis yang tepat di tengah pasar yang beragam. Salah satu faktor yang dapat memudahkan Anda untuk