ArticleConstruction Engineering and Management

Mengenal Siklus Hidup Kontrak

Siapa yang tak kenal kontrak? Sederhananya, kontrak adalah perjanjian diantara kedua belah pihak yang bersepakat akan suatu hal. Kita dapat menemukan banyak sekali contoh kontrak dalam kehidupan sehari-hari kita. Sebagai contoh, kontrak pembelian suatu barang, kontrak asuransi, kontrak sewa-menyewa, kontrak kerja, dan lain sebagainya. Semua ini merupakan bentuk-bentuk kontrak yang menyesuaikan dengan kebutuhan para pihak yang berkontrak.

Dalam ranah industri konstruksi, dikenal kontrak konstruksi. Kontrak konstruksi ini menjabarkan hak, kewajiban dan tanggung jawab para pihak dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Kontrak konstruksi menjadi pondasi penting pelaksanaan pekerjaan. Tanpa ada kontrak konstruksi secara tertulis yang mengikat para pihak, pelaksanaan pekerjaan dapat menjadi kabur dan tidak sah.

Melihat pentingnya suatu kontrak dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, maka ada baiknya bagi kita untuk mengenal siklus hidup kontrak konstruksi. Menurut Kerangka Ilmu Manajemen Kontrak Konstruksi (2021), kontrak konstruksi seperti halnya kontrak pada umumnya, memiliki suatu siklus hidup yang mendefinisikan awal mulai dan berakhirnya kontrak tersebut. Secara sederhana, siklus hidup kontrak konstruksi ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pra kontrak, penyusunan kontrak, dan paska kontrak.

Tahap pra kontrak dimulai sejak inisiasi proyek yang diikuti dengan perencanaan awal. Perencanaan awal ini sendiri penting untuk mendefinisikan tujuan serta lingkup proyek, membuat struktur organisasi proyek, melakukan akuisisi yang diperlukan, dan melaksanakan studi kelayakan proyek.

Tahap penyusunan kontrak melibatkan segala proses untuk menyusun kontrak dari awal hingga ditandatanganinya kontrak tersebut oleh para pihak. Tahap ini mencakup keseluruhan proses tender, negosiasi kontrak, hingga penandatangan kontrak yang telah disepakati bersama.

Sedangkan tahap paska kontrak merupakan tahap terakhir dari siklus kontrak. Tahap ini sendiri merupakan tahap eksekusi kontrak yang sekaligus menandai dimulainya administrasi kontrak di lapangan. Disini, segala proses pelaksanaan pekerjaan konstruksi harus mematuhi segala ketentuan yang terdapat di dalam kontrak dan dokumen-dokumen kontrak lainnya.

Referensi :
Hansen, S. (2021). Kerangka Ilmu Manajemen Kontrak Konstruksi. Jakarta : Podomoro University Press.

Writer : CEM
Editor : Marcomm

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.