Entrepreneurship

Mengenal Modal Usaha dan Cara Mendapatkannya

Modal usaha

Memiliki modal usaha, dalam bentuk uang maupun sumber daya lainnya, pasti menjadi hal paling dasar yang dibutuhkan semua wirausahawan. Banyak artikel berjudul “Cara Mulai Usaha Tanpa Modal” atau “Usaha Modal 0 Rupiah dengan Profit Besar”, padahal di dalamnya Anda tetap butuh modal agar bisnis bisa beroperasi.

Modal juga selalu menjadi rintangan pertama yang harus dilewati oleh entrepreneur baru, khususnya yang masih muda. Sebab tidak mudah mengumpulkan uang dengan jumlah besar selain dengan bekerja, menabung, dan mengorbankan waktu maupun keinginan untuk membeli barang-barang yang Anda inginkan.

Untungnya, modal bisnis yang baru tidak selalu besar dan sumbernya bisa dari mana saja. Bahkan bila dikelola dengan baik, modal yang pas-pasan bisa disulap menjadi bisnis dengan omzet tinggi.

Apa yang Dimaksud Modal Usaha?

Modal usaha

Dikutip dari Investopedia, modal usaha atau capital adalah sebuah istilah yang bisa diartikan menjadi banyak objek dan makna. Namun, inti dari modal sebuah bisnis adalah bisa memberikan keuntungan kepada pemiliknya.

Ada banyak contoh modal usaha yang bukan berupa uang, contohnya mesin dan peralatan untuk kebutuhan produksi, hak cipta dan intellectual property, hingga relasi dan networking. Semua hal yang bisa dimanfaatkan untuk memulai usaha maupun proyek baru bisa dianggap sebagai sebuah modal.

Meskipun begitu, modal seringkali disangkutkan dengan uang atau investasi. Sebab banyak orang awam yang berpikir semua usaha itu hanya butuh uang sebagai modalnya, padahal kenyataannya tidak. Modal sendiri bisa dikelompokan menjadi beberapa jenis, di antaranya:

  • Working capital, yaitu modal yang digunakan untuk kebutuhan produksi dan keberlangsungan perusahaan dari hari ke hari
  • Debt capital, yaitu modal yang didapatkan dari pinjaman ke bank, investor, maupun perusahaan penyedia pinjaman lainnya
  • Equity capital, yaitu modal yang dikeluarkan dari kantong pemilik usaha sendiri namun setelah dihitung berdasarkan perhitungan tertentu
  • Trading capital, yaitu modal yang didapatkan dari hasil penjualan dan pembelian aset atas nama sebuah perusahaan dengan niat khusus sebagai menambah modal di masa depan

Darimana Usaha Kecil Mendapatkan Modal Awal?

Karena ada banyak jenis modal usaha, maka ada banyak pula cara mendapatkan modal tersebut. Jadi membangun sebuah usaha kecil tidak selalu harus mengeluarkan uang dari kantong sendiri. Beberapa di antaranya bahkan ada yang didapatkan dari sebuah penggalangan dana di internet.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah sumber modal yang bisa didapatkan oleh Anda, para calon entrepreneur baru.

Pinjaman Bank dan Credit Union

Sumber modal yang pertama adalah dari pinjaman bank konvensional maupun penyedia kredit. Perlu diingat, menjalankan usaha yang dimulai dengan pinjaman modal dari pinjaman online karena bunga yang diberikan sangat tidak masuk akal.

Mengajukan pinjaman modal ke bank konvensional sendiri membutuhkan sedikit usaha dan kesabaran. Sebab tidak semua bank mau memberikan pinjaman untuk usaha kecil.

Oleh karena itu, yang pertama kali harus dilakukan adalah riset bank-bank yang mau meminjamkan modal ke usaha UMKM dan startup kecil. Jika Anda punya koneksi dengan staff atau orang yang pekerjaannya berhubungan dengan perbankan, gunakanlah koneksi tersebut semaksimal mungkin.

Tabungan Pribadi

Modal usaha yang paling banyak digunakan untuk memulai bisnis baru adalah dari tabungan pribadi. Jadi untuk jenis modal yang satu ini, jumlah yang bisa didapatkan sangat beragam tergantung kemampuan Anda menabung setiap bulan.

Uang pribadi yang akan digunakan sebagai modal atau equity capital harus dari uang dingin. Artinya, uang yang boleh digunakan hanya uang yang tidak akan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebenarnya bisnis besar sekalipun banyak yang menggunakan equity capital untuk modal dalam proyek tertentu. Bedanya, modal dikeluarkan bukan dari kantong pemilik pribadi, melainkan dari menjual aset milik bisnis tersebut.

Crowdfunding

Berdasarkan situs Forbes, kebanyakan usaha yang dibuat oleh anak muda saat ini mendapatkan modal dari penggalangan dana online alias crowdfunding. Umumnya, bisnis yang membuat crowdfunding seperti ini adalah bisnis yang berjalan di bidang digital dan online serta bisa memberikan benefit tertentu untuk para pendana.

Melakukan crowdfunding secara online kini juga lebih mudah karena sudah ada platform khusus untuk para entrepreneur muda. Salah satu yang paling terkenal adalah Kickstarter dan Indiegogo.

Dengan Kickstarter, Anda bisa menjelaskan apa saja rencana dan goals bisnis tersebut kepada calon pendana.

Program Pemberdayaan dan Permodalan Bisnis dari Swasta atau BUMN

Saat ini, sudah banyak program pemberdayaan dari perusahaan swasta maupun BUMN yang memberikan modal kepada UMKM dan entrepreneur baru. Salah satu contoh programnya adalah Program Bina Lingkungan dari PLN.

Program-program tersebut bisa Anda manfaatkan untuk mendapat tambahan modal usaha. Meskipun jumlah dana yang bisa didapatkan itu beragam, setidaknya bisa digunakan sebagai tambahan modal awal maupun untuk operasional bisnis.

Baca juga: Ciri-ciri Wirausahawan yang Harus Anda Ketahui

Modal usaha

Bagaimana Cara Mengelola Modal Usaha dengan Baik?

Fungsi utama dari modal tentunya adalah untuk memenuhi biaya operasional agar bisnis bisa tetap berjalan. Tetapi, akan ada waktu dimana bisnis sudah cukup menghasilkan sehingga modal dalam sebulan tidak habis digunakan. Lalu, apa yang harus dilakukan pada waktu seperti itu? Apakah kelebihan modal harus langsung dimasukan ke kantong pemilik?

Menghitung kelebihan modal sebagai keuntungan pemilik memang bukan hal yang salah. Tapi, ada cara yang lebih baik dibandingkan selalu menghabiskan semua modal.

Cara mengelola modal dengan baik ini selalu diajarkan dalam universitas dengan jurusan kewirausahaan yang berkualitas, contohnya seperti Podomoro University. Dengan begitu, entrepreneur lulusan Podomoro tidak akan mengalami fraud karena tidak bisa menggunakan modal dengan baik.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara mengelola modal usaha dengan baik agar bisnis bisa terus berkembang.

Berinvestasi untuk Membeli Teknologi dan Peralatan Up-to-date

Peralatan up to date untuk kebutuhan produksi sangat penting untuk mengembangkan bisnis secepat mungkin. Sebab hal ini akan sangat memengaruhi produksi usaha dari segi kualitas maupun kuantitas.

Membeli peralatan produksi terbaru memang cukup mahal. Apalagi jika alat tersebut harus di-import dari luar negeri. Jadi tabungkanlah uang lebihan modal usaha Anda dalam bentuk investasi maupun disimpan di rekening bank.

Gunakan Sebagai Modal Riset dalam Membuat Inovasi

Hanya bergantung pada produk itu-itu saja akan membuat usaha Anda sulit berkembang. Sebagai contoh, restoran yang hanya menawarkan menu yang sama selama bertahun-tahun akan membuat pelanggan bosan, apalagi jika tidak ada menu khas dari restoran tersebut.

Tetapi, membuat menu baru membutuhkan modal yang cukup besar baik untuk membeli bahan-bahan maupun untuk meriset apa yang pasar inginkan.

Oleh karena itu, salah satu cara mengelola modal yang berikutnya adalah dengan menyiapkan sedikit bagian khusus untuk riset dalam membuat inovasi dalam bisnis. Dengan begitu akan selalu ada progress dalam usaha Anda sekecil apapun ukurannya.

Melakukan Promosi dan Marketing dengan Cara Paling Efektif

Dikutip dari situs Kredx, modal untuk promosi dan kebutuhan marketing harus dimanfaatkan dengan seefektif mungkin. Sebab banyak sekali bisnis yang menghabiskan banyak uang untuk promosi namun hasilnya nihil alias sia-sia.

Untuk masalah yang satu ini, Anda mungkin perlu mempekerjakan marketing profesional untuk menemukan bagaimana cara promosi terbaik untuk usaha sendiri.

Tapi secara umum, branding yang dilakukan di media sosial lebih efektif dibandingkan cara konvensional seperti menggunakan media iklan komersial di televisi dan radio.

Apa Saja Modal Usaha Selain Uang yang Dibutuhkan oleh Entrepreneur?

Untuk memastikan bisnis bisa berjalan dengan lancar, uang bukanlah satu-satunya modal usaha yang dibutuhkan oleh para entrepreneur. Sebab masih ada banyak modal lainnya yang dibutuhkan oleh para wirausahawan, seperti:

  • Sumber daya manusia yang berkualitas
  • Pengetahuan tentang dunia bisnis
  • Networking dan relasi yang luas
  • Tekad dan kegigihan
  • Rencana yang matang serta rencana cadangan
  • Keberanian dan pengalaman
  • Kreativitas dalam membuat inovasi baru

Ternyata, ada banyak jenis modal usaha dan cara mendapatkannya. Bahkan wirausahawan yang baru membuka bisnis sekalipun bisa melakukannya tanpa harus menabung bertahun-tahun dengan cara alternatif seperti crowdfunding. Oleh karena itu, keterbatasan modal sudah bukan jadi masalah lagi yang membuat Anda tidak bisa memulai langkah awal menjadi seorang pebisnis sukses.

Baca juga: Panduan Membuat Proposal Usaha untuk Bisnis

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.