Mengenal Lebih Dalam Mengenai Detail Arsitektur pada Sebuah Bangunan

Arsitektur bukan hanya dilihat dari hasil akhirnya saja. Ada berbagai faktor yang mendukung prosesnya. Faktor-faktor tersebut inilah yang dinamakan dengan detail arsitektur. Dimana seorang arsitek haruslah bisa mempertimbangkan dan juga memikirkan konsep arsitektur dari berbagai segi.

Dalam arti, segi-segi tersebut sangat erat hubungannya dengan kenyamanan pengguna atau yang lebih dikenal dengan istilah antropometri. Apa pengertian dari antropometri ini? Dan apa saja contoh-contohnya? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini!

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Detail Arsitektur pada Sebuah Bangunan

Detail Arsitektur, Serta Hubungannya dengan Antropometri 

Sebuah kutipan yang terkenal dari seorang arsitek kenamaan bernama Mies Van Der Rohe, yang menyebutkan bahwa God is in the Details, kiranya memang benar adanya. Karena nilai-nilai arsitektur ini dipengaruhi oleh beberapa detail desain arsitektur.

Bukan itu saja, detail desain arsitektur ini juga yang akan mempengaruhi kesuksesan dan juga kegagalan dari sebuah bangunan. Hal ini berkaitan dengan cara membangun, merawat, serta menggunakan bangunan tersebut, yang bisa mempengaruhi kenyamanan dari pengguna/pemilik bangunan tersebut.

Hal inilah yang kemudian dikenal dengan istilah antropometri. Dengan kata lain, antropometri ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan dari pengguna/pemilik dari hasil arsitektur, yang diwujudkan dalam sebuah bangunan. Bisa berupa pemilihan material, nilai estetika, mekanik dan juga kelistrikan, kekuatan struktur, fungsi utilitas, dan yang lainnya.

Faktor-Faktor yang Termasuk Ke dalam Detail Arsitektur

Dalam penjelasan diatas telah disebutkan beberapa faktor yang termasuk ke dalam detail desain arsitektur. Namun kali ini akan dijelaskan dengan lebih terperinci. Diantaranya:

1. Pembuatan Desain/Gambar Rancangan Bangunan

Hal yang pertama dilakukan dalam pembangunan sebuah gedung/rumah/bangunan adalah pembuatan desain/gambar rancangan bangunan. Dari gambar/desain ini akan terlihat beberapa hal yang berkaitan dengan detail desain arsitektur ini.

Baik itu yang berupa bentuk bangunan, material bangunan, sistem kelistrikan, dan yang lainnya, yang disesuaikan dengan kekuatan struktur bangunan dan juga nilai estetika yang sengaja disematkan pada bangunan/gedung/rumah tersebut. 

Pembuatan desain/gambar bangunan tersebut dilakukan oleh seorang drafter atas instruksi dari seorang arsitek. Barulah kemudian, setelah desain arsitektur tersebut telah selesai dibuat, seorang arsitek akan mengaplikasikan gambar desain tersebut dalam bentuk riil, dengan melakukan perintah dan pengawasan terhadap semua tukang/pekerja proyek.

2. Pemilihan Material

Langkah kedua yang bisa dilakukan dalam proses detail arsitektur yaitu pemilihan material. Beberapa material yang digunakan tentunya harus memiliki standar yang kuat, tahan lama, dan memiliki nilai estetika yang baik.

Dalam arti, saat bangunan tersebut telah dibangun, hendaknya bangunan tersebut haruslah kokoh, kuat, dan tahan lama. Namun juga memiliki nilai estetika yang indah dan menarik untuk dilihat. Hal yang mempengaruhi semua itu tentunya, salah satunya berasal dari material yang digunakan.

3. Kekuatan Struktur

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa sebuah bangunan hendaknya bersifat kokoh dan kuat. Dalam arti, bangunan tersebut bisa tahan terhadap angin kencang, getaran seperti gempa, dan yang lainnya.

Untuk mendapatkan bangunan yang kokoh dan kuat tersebut, tentunya selain bergantung pada pemilihan material yang tepat, Juga dipengaruhi oleh kekuatan struktur yang diaplikasikan pada bangunan tersebut. Adapun tugas untuk membuat sebuah desain dan juga pembangunan gedung yang berkaitan dengan kekuatan struktur tersebut, pastinya merupakan tanggung jawab dari seorang arsitek.

4. Fungsi Utilitas

Sebuah bangunan tentunya memiliki fungsi yang berbeda-beda (fungsi utilitas). Baik itu gedung/bangunan yang diperuntukkan untuk kawasan industri, perkantoran, sekolah, rumah sakit maupun rumah tinggal. Maka dari itu, seorang arsitek dituntut untuk memahami fungsi utilitas dari bangunan/gedung yang akan dibangunnya.

5. Mekanik dan Juga Kelistrikan

Selain faktor-faktor diatas, seorang arsitek hendaknya memikirkan juga mengenai sistem kelistrikan yang akan digunakan pada bangunan tersebut. Karena tentunya, sebuah bangunan yang tidak dilengkapi dengan sumber penerangan, bisa dianggap sebagai sebuah bangunan yang gagal.

6. Nilai Estetika

Seiring dengan perkembangan zaman, nilai estetika juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Nilai estetika yang dimaksud disini yaitu nilai seni, dan juga hal-hal yang berkaitan dengan unsur keindahan lainnya.

Dimana dalam detail arsitektur ini, nilai estetika ataupun nilai seni/dan unsur keindahan ini sama pentingnya dengan kekuatan struktur, fungsi utilitas dan juga pemilihan material pada sebuah bangunan.

Baca juga: Fakta tentang Kuliah Jurusan Arsitektur

Hal-Hal yang Termasuk Ke dalam Gambar/Desain Detail Arsitektur

Dalam membuat sebuah detail arsitektur yang berhubungan dengan gambar rancangan/desain gedung, ada beberapa hal yang perlu Anda pikirkan agar bangunan yang didirikan tersebut, bisa sesuai dengan antropometri dari klien. Beberapa diantaranya meliputi:

1. Pembuatan Standar Grafis

Dalam membuat desain/gambar detail arsitektur, ada beberapa elemen yang perlu Anda perhatikan. Dimana elemen-elemen tersebut tergabung dalam standarisasi grafis arsitektur. Sejumlah elemen yang dimaksud diantaranya:

  • Kop gambar. Merupakan bagian pada gambar yang memberikan informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan pengerjaan konstruksi. Hal-hal yang harus ada pada kop gambar ini diantaranya logo instansi, nama proyek, jenis gambar, keterangan proyek, persetujuan, pengesahan, penanggung jawab, tenaga ahli, judul gambar, dan yang lainnya
  • Judul dan skala. Khusus untuk skala ini, biasanya dituliskan dalam bentuk skala batang maupun skala angka. Penulisannya biasanya berada bagian kanan bawah, ataupun kiri bawah gambar
  • Orientasi gambar. Merupakan informasi mengenai arah mata angin
  • Ketebalan garis. Biasanya untuk gambar detail arsitektur, akan menggunakan ketebalan garis dengan ukuran 0.18, 0.25, 0.35 dan juga ketebalan garis dengan ukuran 4.0
  • Jenis garis. Ada 3 macam jenis garis yang biasa digunakan dalam gambar rancangan arsitektur. Diantaranya garis continuous, dotted, dan juga dashed
  • Leader. Merupakan sebuah garis yang digunakan dalam menghubungkan titik-titik, yang ada  pada suatu elemen, notasi, maupun keterangan, yang biasanya diakhiri dengan simbol anak panah
  • Garis potong. Digunakan untuk memotong 2 bagian gambar
  • Garis dimensi. Merupakan garis yang menghubungkan dan berasal dari titik awal dan titik akhir yang diukur
  • Teks. Ukuran teks yang sering digunakan dalam desain detail arsitektur yaitu teks ukuran 18 pt, 14pt, ukuran tinggi 3mm, dan juga teks dengan ukuran tinggi 5-6mm
  • Dimensi legenda. Pengertian dari dimensi adalah keterangan mengenai panjang, tinggi, lebar, ketebalan dan juga kemiringan dari sebuah objek gambar. Semenrara legenda yaitu keterangan mengenai nama bangunan
  • Ukuran kertas. Kertas yang digunakan biasanya berukuran A1, A2, dan juga A3
Hal-Hal yang Termasuk Ke dalam Gambar/Desain Detail Arsitektur

2. Notasi

Merupakan informasi yang berkaitan dengan grafis yang disajikan dalam gambar. Meliputi kata, kalimat ataupun angka. Ada beberapa jenis notasi yang ada pada gambar/desain detail arsitektur ini. Diantaranya:

  • Notasi arsitektural. Sebuah keterangan yang berkaitan dengan elemen arsitektur. Seperti keterangan mengenai garis potongan, keterangan mengenai pintu bangunan, dan yang lainnya
  • Notasi material dan lanskap. Berisi keterangan mengenai material yang digunakan
  • Notasi sanitair/perpipaan. Merupakan keterangan yang berkaitan dengan perpipaan dan juga peralatan sanitasi yang digunakan, serta
  • Notasi kelistrikan. Meliputi keterangan mengenai titik lampu, penerangan buatan, saklar, dan yang lainnya, yang berkaitan dengan sistem kelistrikan dan penerangan

3. Gambar Rencana Tapak

Gambar rencana tapak ini terdiri dari 2 jenis. Diantaranya:

  • Block plan. Merupakan gambar tampak atas yang memperlihatkan blok dan massa dari bangunan, yang menjelaskan kawasan yang memiliki fungsi yang saling berhubungan
  • Site plan. Merupakan gambar tampak atas yang berupa proyeksi orthogonal bangunan dengan tinggi 1 meter. Meliputi bangunan rancangan, bangunan existing, trotoar, jalan akses, selokan, pohon, dan yang lainnya

4. Gambar Denah

Detail arsitektur lainnya yang harus ada dalam setiap gambar/desain bangunan yaitu gambar denah. Terdiri dari:

  • Gambar denah lantai dasar
  • Gambar denah bangunan, dan juga
  • Gambar denah rumah (basement)

5. Gambar Tampak

Gambar tampak yaitu merupakan representatif ortogonal dari sebuah desain detail arsitektur. Dimana gambar tampak ini menggambarkan desain, lengkap dengan komposisi spasial bangunan. Terdiri dari beberapa jenis. Diantaranya:

  • Gambar tampak tapak, serta
  • Gambar tampak bangunan 

6. Gambar Potongan

Terdiri dari beberapa jenis seperti:

  • Gambar potongan tapak. Berupa garis outline bangunan yang terpotong lebih tebal serta garis tanah dan elemen lainnya
  • Gambar potongan bangunan. Terdiri dari keterangan mengenai atap, langit-langit, dinding, kolom, serta plat lantai dan balok
  • Gambar potongan prinsip. Merupakan gambar yang menjelaskan secara terperinci mengenai floor to floor

7. Gambar Rencana

Ada beberapa jenis dari gambar rencana pada detail arsitektur ini. Diantaranya:

  • Gambar rencana finishing dinding
  • Gambar rencana pintu dan jendela
  • Gambar schedule pintu dan jendela
  • Gambar rencana lantai
  • Gambar rencana atap
  • Gambar rencana plafond
  • Titik lampu, dan juga
  • Sanitasi

8. Gambar Detail

Terdiri dari:

  • Gambar detail pintu dan jendela. Memuat gambar pintu dan jendela tampak depan, yang dilengkapi dengan ukurannya masing-masing
  • Gambar detail kamar mandi/toilet. Meliputi gambar denah posisi toilet, kemiringan lantai, posisi wastafel, bak, keran, lubang pembuangan, shower, dan yang lainnya
  • Ruang khusus. Misalnya ruang laundry, ruang genset, auditorium, kamar tamu, auditorium, dan yang lainnya
  • Tangga dan ramp
  • Gambar detail core lift bangunan, dan yang lainnya

9. Perspektif 3D

Terdiri dari:

  • Perspektif 3D site plan. Merupakan perspektif secara keseluruhan 
  • Perspektif eksterior and interior. Merupakan perspektif yang terbagi dalam sudut pandang di dalam dan juga di luar ruangan
  • Perspektif 3D entrance. Perspektif mengenai gerbang/pintu masuk kawasan, serta
  • Perspektif 3D yang lainnya. Merupakan perspektif mengenai area lainnya yang sekiranya diperlukan

Demikian penjelasan mengenai detail arsitektur ini. Untuk Anda yang ingin mempelajari tentang detail arsitektur lebih jauh maka bisa bergabung menjadi bagian dari Podomoro University. Universitas yang didirikan tahun 2014 oleh yayasan Pendidikan Agung Podomoro ini memiliki kampus yang menyelenggarakan pendidikan berbasis kewirausahaan dengan kualitas internasional.

Semoga informasi di atas bisa bermanfaat dan juga bisa sedikit membantu Anda, dalam mengenal bidang arsitektur, yang berkaitan dengan detail desain arsitektur ini. 

Baca juga: 5 Langkah Mudah Belajar Arsitektur, Perlu Kompetensi Tinggi!

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Table of Contents

Related Posts

Sejumlah Alasan Memilih Jurusan Akuntansi

Sejumlah Alasan Memilih Jurusan Akuntansi

Sebagai calon mahasiswa memilih jurusan kuliah memang hal yang tak mudah dan membutuhkan banyak pertimbangan dan pemikiran yang matang. Mempertimbangkan jurusan apa yang bisa memaksimalkan kemampuan dan bisa memudahkan di dalam mendapatkan pekerjaan. Pastinya juga melihat apakah kemampuan dan ilmu yang didapat saat kuliah nantinya akan berikan dampak yang signifikan serta dibutuhkan.  Sebagai informasi, jurusan

Apa Saja Mata Kuliah Jurusan Akuntansi? Ini yang Dipelajari

Apa Saja Mata Kuliah Jurusan Akuntansi? Ini yang Dipelajari

Memilih jurusan untuk kuliah memang bukan perkara yang mudah. Ada sejumlah pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang. Jurusan kuliah penting sekali untuk kedepannya. Alasannya karena jurusan kuliah adalah fondasi untuk melewati langkah yang berikutnya. Dengan belajar di jurusan kuliah yang tepat, Anda dapat fokus untuk kembangkan potensi yang dimiliki serta dapat memahami rencana karier Anda

Apakah Jurusan Akuntansi Harus Pintar Matematik

Apakah Jurusan Akuntansi Harus Pintar Matematik?

Menjadi seorang mahasiswa jurusan Akuntansi perlu memiliki beberapa hal yang menjadi kemampuan utama, salah satunya yaitu munculnya pertanyaan mengenai apakah jurusan Akuntansi harus pintar matematik yang cukup sering dilontarkan oleh seorang calon mahasiswa yang ingin memasuki jurusan satu ini. Tidak hanya mengenai kemampuan dalam hal matematik saja, tetapi ada beberapa kemampuan lainnya yang juga wajib

Prospek Kerja yang Dimiliki Lulusan Jurusan Akuntansi

Prospek Kerja yang Dimiliki Lulusan Jurusan Akuntansi

Salah satu hal yang biasanya dihadapi bagi para lulusan dari SMA yaitu menentukan kira-kira apa jurusan yang cocok untuk dijadikan sebagai tujuan di kuliah serta perguruan tinggi mana yang sesuai dengan minat dan bakat. Mencari jurusan dengan prospek kerja yang bagus dan berjangka panjang sudah menjadi hal yang wajib untuk dijadikan sebagai bagian dari pertimbangan