ArticleEntrepreneurship

Mahasiswa Kewirausahaan membantu Wirausaha Desa Batulayang melalui Kegiatan Wira Desa 2021

Perkembangan teknologi dan komunikasi di era digital memiliki dampak di seluruh sektor kehidupan, salah satu elemen yang diharapkan mampu bersaing yakni generasi muda khususnya mahasiswa sebagai wirausaha muda. Pengetahuan serta pengalaman dalam lingkungan akademik, merupakan aset potensial mahasiswa untuk sukses bersaing baik secara lokal maupun global. Berlandaskan misi “Menghasilkan lulusan berjiwa kewirausahaan yang memiliki kompetensi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbudaya Indonesia” Universitas Agung Podomoro terus mendukung mahasiswa dalam membangun serta mengembangkan bisnisnya. Lebih dari 100 mahasiswa berhasil membangun serta mengembangkan usaha dibawah bimbingan Universitas Agung Podomoro.

Selain menyelenggarakan kegiatan secara internal, Universitas Agung Podomoro juga mengikuti berbagai kegiatan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi seperti Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). MBKM membuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperkaya, memperdalam, serta meningkatkan wawasan dan kompetensinya melalui delapan kegiatan pembelajaran di luar kampus, salah satu diantaranya adalah proyek di desa.

Program Wira Desa adalah program pertumbuhan dan perkembangan kegiatan kegiatan wirausaha yang ada di desa, yang berpotensi menjadi penggerak perekonomian unggulan desa yang berbasis keunggulan lokal dan berkonsep global. Dengan tujuan menerapkan konsep penumbuhan serta pengembangan kewirausahaan desa, Program Studi Kewirausahaan Universitas Agung Podomoro turut berpartisipasi dalam Program Wira Desa dan bekerjasama dengan Desa Wisata Batulayang.

Desa Batu Layang, terletak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, berada di kawasan wisata alam Puncak, tepatnya dekat Pasar Cisarua dan tempat wisata Taman Safari, menjadikan desa Batulayang ini sebagai tempat yang cocok dijadikan destinasi sebagai desa wisata. Suasana yang sejuk pemandangan yang indah ,terdapat aliran sungai cimandala dengan keindahan air terjunnya (curug kembar) tempatnya di area Puncak Kec. Cisarua Kab. Bogor Jawa Barat.

Salah satu unit usaha Desa Batu Layang adalah Desa Wisata Batu Layang. Lokasi Desa Wisata Batu Layang sangat strategis karena berada di lokasi area wisata Puncak. Keunggulan dari dari Wana Wisata Curug Batulayang ini adalah lokasi dilembah dengan tegakan hutan yang masih terjaga kelestarian dan konservasinya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk menggali potensi sumber daya alam dan produk pendukungnya untuk penyusunan konsep pengembangan ekowisata. Desa Batu Layang telah menjadi desa binaan Universitas Agung Podomoro sejak tahun 2018 dengan program plangisasi, strategi marketing dan standarisasi pelayanan homestay.

Dalam kegiatan Wira Desa di Desa Wisata Batu Layang ini akan dilakukan intervensi usaha dengan kolaborasi pendampingan antara perguruan tinggi, ormawa dan juga pengusaha yang terlibat. Beberapa kegiatan intervensi usaha berupa pengembangan destinasi wisata, pemanfaatan sumber daya alam dan produk wedang layang yang merupakan sumber mata pencaharian warga Desa Batulayang.

Dalam mendukung usaha warga desa Universitas Agung Podomoro bersama BEM (Badan Eksekutif Mahasiwa) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Kewirausahaan memberikan 3 mesin yang terdiri atas mesin parut, mesin peras serta alat penggiling atau mesin pengepung pada 8 Oktober 2021, Pada 10 Oktober 2021, Universitas Agung Podomoro bersama organisasi mahasiswa (BEM dan HIMA) menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Wedang Layang yang diselenggarakan di Desa Batulayang, kegiatan ini diikuti oleh  warga desa khususnya ibu-ibu yang kesehariannya membuat wedang layang.

Secara umum, diharapkan Desa Batulayang dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas produk hasil usaha sehingga dapat meningkatkan peluang pekerja bagi warga sekitar. Desa Wisata Batulayang juga diharapkan semakin dikenal masyarakat tidak hanya di sekitar Puncak namun juga di masyarakat luas.

Writer : JES
Editor : Marcomm