ArticleProduct Design

Jenis-jenis Arduino

Sejarah singkat Arduino

Arduino berawal dari sebuah thesis yang dibuat oleh Hernando Barragan, di Institute Ivrea, Italia pada tahun 2005, dikembangkan oleh Massimo Banzi dan David Cuartielles dan diberi nama Arduin of Ivrea. Lalu diganti nama menjadi Arduino yang dalam bahasa Italia berarti teman yang berani.

Tujuan awal dibuatnya Arduino adalah untuk membuat perangkat yang mudah dan murah, dari perangkat yang ada pada saat itu. Dan perangkat tersebut ditujukan untuk para siswa yang akan membuat perangkat desain dan interaksi.

Jenis jenis Arduino ada banyak jenisnya di pasaran, Arduino lahir dan berkembang, serta muncul dengan berbagai jenis dan spesifikasi yang dapat mendukung penggunanya untuk mengembangkan kreatifitas.

Berikut adalah beberapa macam Arduino, diantaranya :

Arduino Uno
Arduino Uno adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega328 (datasheet). Memiliki 14 pin input dari output digital  dimana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol reset. Untuk mendukung mikrokontroler agar dapat digunakan, cukup hanya menghubungkan papan Arduino Uno ke komputer dengan menggunakan kabel USB atau listrik dengan AC yang ke adaptor DC atau baterai untuk menjalankannya.

Arduino Due
Arduino Due adalah papan mikrokontroler yang berbasis pada CPU Atmel SAM3X8E ARM Cortex-M3. Arduino Due ini adalah papan Arduino pertama yang berbasis pada mikrokontroler ARM inti 32-bit. Ini memiliki 54 pin input / output digital (12 di antaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 12 input analog, 4 UART (port serial perangkat keras), jam 84 MHz, koneksi USB OTG, 2 DAC (digital to analog) , 2 TWI, colokan listrik, header SPI, header JTAG, tombol reset dan tombol hapus.

Arduino Mega
Arduino Mega adalah papan mikrokontroler yang berbasis pada ATmega2560. Memiliki 54 pin input / output digital (15 dapat digunakan sebagai output PWM), 16 input analog, 4 UART (port serial perangkat keras), osilator kristal 16 MHz, koneksi USB, colokan listrik, header ICSP, dan tombol reset. Berisi semua yang dibutuhkan untuk mendukung mikrokontroler, cukup menghubungkan ke komputer dengan kabel USB atau nyalakan dengan adaptor AC ke DC atau baterai untuk memulai. Board Mega 2560 kompatibel dengan shields yang dirancang untuk Uno dan bekas board Duemilanove atau Diecimila. Mega 2560 adalah update ke Arduino Mega, yang digantikannya.

Arduino Leonardo
Arduino Leonardo adalah papan mikrokontroler yang didasarkan pada ATmega32u4 (datasheet). Ini memiliki 20 pin input / output digital (dimana 7 dapat digunakan sebagai output PWM dan 12 sebagai input analog), osilator kristal 16 MHz, koneksi micro USB, colokan listrik, header ICSP, dan tombol reset. Arduino Leonardo berisi semua yang dibutuhkan untuk mendukung mikrokontroler; cukup menghubungkan ke komputer dengan kabel USB atau nyalakan dengan adaptor AC-ke-DC atau baterai untuk memulai.

Arduino Fio
Arduino Fio adalah papan mikrokontroler dengan mikrokontroler ATmega328P bekerja pada tegangan 3.3V dan 8 MHz. Arduino ini memiliki 14 digital pin input / output (dimana 6 dapat digunakan sebagai output PWM), 8 input analog, resonator on-board, tombol reset, dan lubang untuk pemasangan pin header. berbeda dengan arduino lainya, arduino fio memiliki koneksi untuk baterai Lithium Polymer. Arduino Fio juga mempunyai Soket XBee tersedia di bagian bawah papan.

Arduino Fio ditujukan untuk aplikasi nirkabel. Pengguna dapat meng-upload sketsa dengan kabel FTDI atau Sparkfun  breakout board. Selain itu, dengan menggunakan modifikasi USB-to-XBee adaptor seperti XBee Explorer USB, pengguna dapat meng-upload sketsa nirkabel menggunakan kabel.
Ukuran dari Aarduino Fio cukup kecil dengan panjang 2,6 inch dan lebar 1,1 inch. membuat arduino ini cukup laris di pasaran Mikrokontroler dan Robotika.

Berikut hanya disebutkan beberapa jenis-jenis Arduino, masih banyak jenis Arduino lain yang dapat juga digunakan untuk membuat suatu produk. Seperti produk yang dibuat oleh Pak Ryan Johan Sembiring dosen dari Program Studi Desain Produk. Pak Ryan memanfaatkan teknologi sensor untuk mendeteksi sebuah jarak yang akan digunakan sebagai alat untuk membantu mencegah penularan Covid-19.

Alat ini dibuat dengan menggunakan Arduino UNO, alat ini bekerja dengan prinsip dasar jika semakin dekat jarak manusia maka semakin besar frekuensi bunyi sebagai peringatan dan suara akan terus berbunyi sampai dengan jarak yang ditentukan sudah cukup jauh yaitu minimal 1.5M.

Penjelasan tentang alat ini dibawakan oleh Pak Ryan dalam seminar nasional sebagai rangkaian acara Dies Natalis 7 Podomoro University, bagi teman-teman yang ingin mengetahui lebih lanjut dapat menyaksikan penjelasan pak Ryan dalam video berikut :

Part of : Product Design

Writer : Ryan Johan Sembiring, S.T., M.M., M.T
Editor : Marcomm