ArchitectureArticleProduct Design

Desain Sarana Cuci Tangan Portable

Munculnya penyakit Covid-19 pada awal tahun 2020 membuat semua kegiatan masyarakat berubah. Pemerintah membuat aturan new normal yang mengatur kebiasaan masyarakat, salah satunya kebiasaan mencuci tangan. Pada era new normal seperti sekarang membuat kita sadar akan kebersihan tangan kita. Sebelum masuk kedalam rumah, maupun tempat-tempat umum seperti supermarket, mall, maupun RPTRA, kita wajib untuk mencuci tangan untuk menghindari virus corona yang cepat menyebar terutama melalui tangan.

Beberapa tempat umum telah menyediakan wastafel di pintu masuk agar masyarakat dapat terlebih dahulu mencuci tangan sebelum masuk ke tempat tersebut. Namun karena digunakan oleh banyak orang dan setiap orang harus membuka tutup keran sehingga muncul resiko penyebaran ketika menyentuh keran tersebut. Banyak juga wastafel yang diletakkan sembarangan tanpa memperdulikan pembuangan air, sehingga air limbah tersebut membuat genangan di sekitar area wastafel tersebut sehingga muncul masalah baru.

Munculnya masalah baru membuat mahasiswa Program Studi Arsitektur terpikirkan konsep Desain Sarana Cuci Tangan Portable tentunya dengan tujuan sarana edukasi agar kedepannya dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Terdapat beberapa desain sarana cuci tangan portable yang dihasilkan oleh para mahasiswa, yaitu :

Purifier (Luis Fernandez & Kelvin)
Purifier adalah sarana cuci tangan dengan konsep lingkungan dari alam dan sosial dengan mengintegrasikan pada urban farming , hidroponik dan sampah yang dibagi menjadi 3 yaitu sampah organik, non organik dan B 3.
Wastafel terdapat 2 ukuran yaitu untuk anak2 dan dewasa, sekaligus untuk sarana edukasi tentang urban farming. Sistem wastafel menggunakan pedal dimana airnya mengalir apabila pedal diinjak dan terdapat roda untuk memudahkan pemindahan

Aquafel (Della Clarissa & Catherine Eunike)
Aquafel (Aquarium dan wastafel) merupakan tempat cuci tangan yang di desain dengan menggabungkan wastafel portable dengan akuarium ikan diatasnya yang berfungsi menampung air bekas yang sudah di filter dan sebagai nilai estetika.

Tujuan akuarium adalah untuk menarik masyarakat, terkhusus anak kecil sehingga dengan adanya wastafel ini akan terbangun sebuah kebiasaan baru yang dikondisikan untuk era new normal.
kelebihan : air untk aquarium adalah air bekas cuci tangan yang udah di filter .

Commercium (Lanny Diana & Shelly Antoni)
Commercium dalam bahasa Latin artinya adalah interaksi merupakan bentuk wastafel pro kebersihan tangan terutama pada pandemi Covid-19 yang memberikan interaksi kuat antar masyarakat melalui penggabungan banyak fungsi. Dengan sistem air terjun untuk ukuran anak-anak dan dewasa dengan harapan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih rajin mencuci tangan.

Terdapat juga vertical garden menggunakan botol bekas dan menggunakan roda agar dapat bergerak secara portable akan menggabungkan unsur kesehatan, kesenangan dan hijau salah satunya yaitu dengan papan interaksi untuk merespon dengan menempel pin magnet dengan menjawab “sudah mencuci tangan?”. Bagi anak-anak setelah mencuci tangan akan terdapat koin untuk mendapat gacha permen, Dan terdapat tempat sampah organik dan non organik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk \ membuang sampah pada tempatnya.

Menarik bukan? Melalui permasalahan yang terjadi di sekitar dan sekeliling kita, mahasiswa Program Studi Arsitektur membuat beberapa desain yang memudahkan masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Kalian juga tertarik untuk membuat suatu penyelesaian dari permasalahan yang sedang terjadi? Jangan ragu untuk ngobrol dengan tim Podomoro University dan kita akan membahas tentang banyak hal.

Part of : Architecture & Product Design

Writer : Marcomm
Editor : Marcomm

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.