Desain Produk dan Representasi Emosional

Seorang pakar psikologi desain bernama Donald Norman pernah berkata bahwa sesuatu yang menarik perhatian (atraktif) akan cenderung lebih disukai orang. Dan selanjutnya tanpa kita sadari, kita akan menyukai produk itu dan akan merasakan hal yang baik muncul daripadanya. Dalam pemikiran selanjutnya, Norman juga mengatakan bahwa sebuah desain harus memiliki fungsi yang baik sebagai bagian yang melibatkan proses kognisi dan logika, namun juga harus memberikan rasa bahagia yang merupakan representasi emosi manusia.

Norman menjelaskan tiga tahapan proses emotional design yaitu “Visceral Design” di mana wujud desain lebih ditekankan pada apa yang terlihat, kemudian “Behavioral Design” yaitu segala hal yang berkaitan dengan fungsi dan kemudahan (usability), dan terakhir adalah “Reflective Design”, yaitu sebuah tahapan di mana desain akan dilihat dari filosofi dan konsep yang ada di belakangnya, tidak terlihat tapi bisa dirasakan secara emosional.

Bagaimana hal itu bisa diwujudkan? Di dalam perkuliahan di Studio Desain Produk 2, mahasiswa diminta untuk mengolah elemen budaya yang dapat direpresentasikan ke dalam sebuah desain produk sehari-hari. Desain produk ini harus mampu merepresentasikan tiga tahapan emotional design berdasarkan teori Donald Norman di atas.

Sebagai contoh, Christabella mahasiswa Desain Produk angkatan 2018 mencoba mengambil elemen budaya yang terdapat di Tamansari – Jogjakarta yaitu burung merak. Tamansari dulunya adalah sebuah pemandian khusus bangsawan kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dia mencoba mengangkat konsep burung merak sebagai inspirasi awalnya karena dianggap memiliki kekhasan.

Melalui proses yang cukup panjang, Tata, panggilan dari Christabella, mencoba mengambil inspirasi tersebut untuk merancang sebuah teko dan bentuk elemen budaya tersebut diambil sebagai bagian untuk menjadi elemen desain yang secara fungsi (aspek behavioral) dan estetika (aspek visceral) mampu merepresentasikan filosofi (aspek reflective) dari Tamansari tersebut sehingga menjadi sebuah desain produk yang elegan, modern namun tetap memiliki keterkaitan dengan sumber inspirasinya.

Desain yang baik sebaiknya harus memiliki tiga hal tersebut; secara fungsi baik, secara estetika baik dan secara konsep juga mampu bercerita dan memberikan pesan yang baik. Seorang desainer yang baik harus bisa menyampaikan pesan atau cerita yang baik tadi yang direpresentasikan melalui elemen-elemen desain seperti garis, bidan bentuk yang baik melalui komposisi yang tepat dan seimbang, perpaduan warna yang sepadan dan pada akhirnya akan mampu memberikan rasa bahagia dari orang yang memilikinya.

Proses Pendidikan di program studi Desain Produk Podomoro University selalu mengedepankan proses pembelajaran yang melibatkan penekanan teori dan praktik secara seimbang. Mahasiswa dituntut untuk mampu berkarya karena melalui proses berpikir logika dan kreatifitas untuk menghasilkan karya desain produk yang bermutu tinggi.

Part of : Product Design

Writer : Aloysius Baskoro junianto, S.Sn, MID
Editor : Marcomm

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Table of Contents

Related Posts

Mengenal Jenis-Jenis Desain Produk dan Tujuannya

Mengenal Jenis-Jenis Desain Produk dan Tujuannya

Jika membahas tentang desain produk, tentu bukan hal yang asing di telinga Anda. Mengingat desain produk sendiri akan jadi identitas dari sebuah produk itu sendiri. Tapi tahukah Anda tentang tujuan dari desain produk dan juga jenis-jenis desain produk itu sendiri! Jik a belum, maka ini akan jadi ulasan menarik untuk Anda baca. Apa itu desain

Tujuan Desain Produk dan Manfaat Pendidikan Desain Produk

Tujuan Desain Produk dan Manfaat Pendidikan Desain Produk

Desain produk merupakan rangkaian langkah-langkah dalam mempelajari serta merencanakan sebuah produk yang nantinya memiliki nilai guna, ergonomis dan estetis. Sama seperti aspek dasar dari desain-desain yang lain, desain produk memiliki fokus pada perpaduan nilai fungsional dan nilai estetik dalam menghasilkan sebuah produk. Sehingga bisa dikatakan bahwa tujuan desain produk adalah menghasilkan barang yang memiliki nilai

Belajar Desain Kemasan Produk Kreatif di Universitas Podomoro

Belajar Desain Kemasan Produk Kreatif di Universitas Podomoro

Pendidikan menjadi jalan terbaik untuk memiliki kompetensi di suatu bidang. Bahkan pekerjaan seni dan kreatif pun membutuhkan standar kompetensi bagi siapapun yang ingin bekerja secara formal di sebuah lembaga. Bahkan pekerja seni atau kreatif yang bekerja sendiri juga akan memiliki nilai lebih jika memiliki sertifikasi kompetensi karena pernah menamatkan pendidikan di bidang yang dijalani. Karena

Ini Dia Kunci Rahasianya Daya Tarik Desain Kemasan Produk

Ini Dia Kunci Rahasianya Daya Tarik Desain Kemasan Produk

Apakah anda memperhatikan desain kemasan saat membeli sebuah produk? Jika diperhatikan, desain kemasan produk menjadi salah satu unsur utama yang menciptakan daya tarik bagi seseorang untuk membeli sebuah produk. Desain yang menarik, terlahir dari tangan-tangan kreatif yang memiliki kunci rahasia. Kunci rahasia tersebut akan dibahas dalam artikel ini. Mengenal Kemasan Produk Sebuah produk tidak bisa