Bisnis Kuliner di Masa Pandemi? Siapa Takut?

Fenomena menjamurnya para pebisnis kuliner semenjak masa Pandemi Covid-19 semakin meningkat. Kebijakan bekerja dari rumah ditambah lagi dengan restoran dan café yang terpaksa harus berhenti beroperasi karena PSBB dan PPKM membuat para karyawan menjadi semakin kreatif dan jeli dalam menangkap peluang dan mengoptimalkan waktu dengan berbinis sebagai sumber penghasilan sampingan serta mulai bergerilya mencari informasi dan menambah ilmu pengetahuan terkait kewirausahaan dengan cepat.

Peningkatan popularitas  semangat entrepereneurship juga nampak di ranah digital. Selama tahun 2020, berdasarkan Google Trend, pencarian dengan kata kunci terkait ide bisnis rumahan meningkat hingga 300 %, sementara pencarian dengan kata kunci terkait bisnis kuliner sendiri meningkat hingga 250% (Kompas.com, 2021). Hal ini mengakibatkan pasar mendadak “kebanjiran” penawaran dari para pengusaha baru angkatan Pandemi Covid-19 ini.

Maraknya bisnis kuliner baru yang bermunculan membuat para pengusaha harus memutar otak dan berstrategi agar dapat tetap unggul diatas pesaing-pesaing yang kian bermunculan setiap harinya. Bukan hanya kualitas produk berupa cita rasa yang harus diperhatikan, produk yang akan dijual juga harus melewati serangkaian proses pengembangan yang terkait keunikan, kemasan, cara pemasaran, dan tentunya cara distribusi yang memudahkan pembeli untuk mendapatkan produk yang ditawarkan.

Hotel Business Program sebagai salah satu insitusi pendidikan yang unggul di bidang  food production juga tidak ingin ketinggalan untuk berkontribusi dalam mengobarkan semangat kewirausahaan masyarakat Indonesia. Pada mata kuliah Pastry misalnya Mahasiswa diajarkan untuk menciptakan produk kuliner khas Indonesia yang kemudian dikreasikan sedemikian rupa sehingga memiliki nilai tambah. Diharapkan produk-produk ini dapat menjadi inspirasi bagi para pengusaha di bidang kuliner untuk dapat menyajikan produk yang tidak hanya bercita rasa tinggi namun juga memiliki nilai estetika sehingga produk tersebut dapat unggul dalam persaingan.

Contohnya adalah karya Jessica Angela, mahasiswi Hotel Business Program yang berhasil membuat jajanan pasar Bubur Sumsum dan Candil menjadi “naik kelas” dengan produk kreasinya “Bubur Sumsum Candied Candil” yang tetap memiliki cita rasa tradisional, namun dengan tampilan yang unik dan berbeda dari Bubur Sumsum pada umumnya.

Tidak seperti sekolah bisnis pada umumnya, Podomoro University khususnya Hotel Business Program selalu berekomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas yang sesuai dengan kondisi industri terkini dan selalu berusaha menjadi insitusi yang bermanfaat bagi seluruh stake holder, termasuk bagi masyarakat.

Writer : HBP
Editor : Marcomm

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Table of Contents

Related Posts

Mengenal Kenapa Jurusan Bisnis Perhotelan Sangat Menarik

Mengenal Kenapa Jurusan Bisnis Perhotelan Sangat Menarik

Pandemi mempengaruhi berbagai sektor industri, salah satunya industri akomodasi pariwisata atau perhotelan. Menurut Kemenparekraf, dilansir dari Buku Tren Pariwisata 2021, pengunjung wisata mancanegara terus menurun, hingga pada April 2020 hanya 158 ribu wisatawan hadir di Indonesia. Artinya jumlah okupansi hotel juga menurun, dari 49,22% menjadi 12%.  Jika kamu gemar travelling dan mencari cara baru untuk

Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Agung Podomoro Berhasil Meraih Predikat Akreditasi Baik Sekali

Jakarta, 17-18 Desember 2021. Pada tanggal 17-18 Desember Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Agung Podomoro melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan oleh asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).  Acara visitasi akreditasi dilakukan secara daring selama 2 hari berturut-turut yang dihadiri oleh tim manajemen Universitas Agung Podomoro serta tim assessor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)  yang terdiri

Podomoro University Menerima 3 Penghargaan dari LLDIKTI Wilayah III

Prestasi kembali diukir oleh Podomoro University. Pada hari ini, bertepatan dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bagi perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah III yang diselenggarakan di Kampus Universitas Multimedia Nusantara Jakarta, diumumkan pula penghargaan beberapa kategori prestasi untuk perguruan tinggi yang berada di bawah LLDIKTI Wilayah III. Dalam acara ini, LLDIKTI Wilayah III secara khusus

Podomoro University Menerima Kunjungan Studi Banding dari Politeknik Pariwisata Makassar

Jakarta, 16 November 2021. Podomoro University mendapat kunjungan dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dalam rangka untuk menjalin kerjasama sekaligus studi banding untuk saling bertukar informasi dan mendapatkan wawasan baru. Dalam kegiatan studi banding ini, rombongan Poltekpar Makassar secara khusus ingin mengetahui kegiatan Akademik, IT, Kemahasiswaan, Marketing dan Humas yang dilakukan di Podomoro University. Rombongan Politeknik