Tips & Tricks Investasi Mata Uang Digital

Bank Indonesia pada bulan Januari 2018 yang lalu menyatakan bahwa mata uang digital (seperti Bitcoin) tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagai alat pembayaran dan transaksi di Indonesia. Namun, sebagai komoditi investasi, pada kenyataannya Bitcoin masih diperjualbelikan di dunia maya.

 

Di kalangan masyarakat Indonesia sendiri, sampai saat ini masih cukup banyak lho yang tertarik untuk berinvestasi mata uang digital karena tergiur dengan keuntungannya yang besar. Jadi, walaupun mata uang digital dilarang untuk digunakan sebagai alat pembayaran dan transaksi serta adanya resiko yang sangat besar, masih banyak diantara kita yang menggunakannya untuk berinvestasi.

 

Nah guys, bagi yang suka investasi mata uang digital..ada beberapa tips & tricks nih untuk meminimalisir resiko kerugian yang terlalu parah:

 

1. Cari Website Market  yang sudah terpercaya

Langkah pertama sebelum berinvestasi uang digital tentu saja kalian harus mencari situs pasar jual beli mata uang digital yang terpercaya, seperti: Poloniex, Bithumb, Bittrex, dan Bitcoin.co.id.

 

2. Cari tahu mengenai perusahaan coin yg akan di-invest, bakal long term apa enggak

Selanjutnya, dalam memilih mata uang digital yang akan dibeli, kita harus sedikit melakukan riset kecil-kecilan untuk mencari tahu seluk beluk mata uang digital tersebut. Siapa penciptanya dan kapan dibuat, serta berapa harganya di beberapa situs pasar jual beli di negara lain, seperti Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Hal ini penting untuk menghindari mata uang yang ternyata tidak dikenal dan kurang popular. 

 

3. Pelajari pola naik turun crypto currency, beli saat mata uang tersebut sedang murah

Untuk membeli, ada baiknya kita menunggu ketika mata uang tersebut sedang turun. Hal ini kita lakukan agar terhindar dari kerugian yang terlalu besar ketika mata uang tersebut turun., sehingga kerugian dapat diminimalisir. Gunakan fasilitas analisis grafik yang tersedia di situs jual beli tersebut untuk melihat pergerakan naik turun mata uang.

 

Picture: www.coinvestasi.com

 

 4. Jangan jadi 'panic buyer' ataupun 'panic seller'

Ini sangat penting, karena ketika kita berinvestasi mata uang digital, kita cenderung terpengaruh oleh suasana emosional entah ketika harga naik dan apalagi ketika harga turun. Yang patut dipahami di sini adalah, turun naik dalam jual beli mata uang digital adalah hal yang lumrah. Intinya, tetap tenang dan gunakan akal sehat. Tentukan batas minimum dan maksimum kerugian atau keuntungan kita dengan disiplin.

 

5. Cryptocurrency yang sudah lama pasti akan lama naiknya, kalau ada perubahan signifikan, jarang sekali ada yang melebihi 60% kenaikan selama 24 jam. Kalau ada yang lebih, pasti ada yang tidak beres

Kenali lebih lanjut mata uang digital yang akan dibeli. Mata uang digital yang sudah mapan atau sudah lama akan lebih stabil. Jarang terjadi kenaikan lebih dari 60% selama 24 jam. Jika ada kenaikan lebih dari 60% dalam kurang dari 24 jam, kita harus lebih berhati-hati. 

 

6. Intinya jangan terburu-buru

Dalam berinvestasi mata uang digital, kita tidak boleh terburu-buru, jangan mudah panik dan sesuaikan kapasitas finansial masing-masing. Menentukan batas maksimum dan minimum keuntungan dan kerugian akan membuat investasi kita lebih terukur resikonya.

 

Selamat mencoba guys & jangan lupa tetap gunakan akal sehat yaah! ^^

 

#Entrepreneurship 

 

(Writer : Stefanus Angga/Editor: NAD)

15 March 2018