Pernahkah Kalian Berpikir untuk Menginvansi Trotoar?

Penggunaan Trotoar

 

Saat seseorang bertanya tentang trotoar, kalimat pertama yang akan muncul adalah ruang untuk pejalan kaki . Bukan begitu teman-teman? 

 

Tahukah kalian kalau sebetulnya trotoar itu telah ada selama ribuan tahun dan merupakan tempat yang didedikasikan bagi pejalan kaki untuk berjalan di jalan raya. Trotoar dirancang terutama untuk melindungi pejalan kaki aman dari lalu lintas. Trotoar bukan sekedar tempat untuk melindungi pejalan kaki dari kendaraan, namun trotoar juga bisa menjadi tempat terjadinya interaksi personal dan engagement,  ruang sosial tempat terjadinya perdagangan ekonomi, dan tempat berkumpul.

 

Jika kita mengamati hubungan antara trotoar dan penggunanya, maka inovasi trotoar sebetulnya telah terjadi di banyak kota. Contohnya, di daerah perumahan, penduduk dapat memodifikasi praktik penggunaan trotoar selama waktu senggang mereka. Misalnya, untuk tempat bermain, santai, berkumpul, atau ngobrol di trotoar di depan rumah mereka.

Trotoar di Jakarta (source: Harian Nasional)

 

Trotoar sebagai lahan berjualan (https://zainariffin.wordpress.com/)

                                     

Well, penggunaan trotoar pun bisa dilihat dari segi komersialnya lho.. Seringkali, kegiatan di sepanjang trotoar di kawasan komersial menjadi atraksi wisata karena mereka tidak hanya menyediakan barang-barang khas/unik, tapi juga memberi berbagai pengalaman bagi pejalan kaki dan pengguna trotoar. Seperti di sebagian besar kota-kota Asia, trotoar dijadikan sebagai toko sementara yang merespons kebutuhan orang-orang yang bekerja di kawasan sekitarnya.

 

Trotoar di Singapura (https://www.singapore-guide.com/attractions/1day-singapore.htm)

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa perluasan penggunaan trotoar telah terjadi di kota-kota di seluruh dunia dan memberi dampak positif dan negatif bagi kota itu sendiri. Misalnya, kehadiran dari pedagang kaki lima di trotoar yang dapat mempengaruhi nilai lokal secara ekonomi (meningkatkan pertukaran dan pendapatan) dan secara estetika (trotoar kacau atau justru menjadi menyenangkan).

 

Jadi sekarang pertanyaannya, sudah siapkah kamu menginvansi trotoar?

 

Berjalan Di Trotoar

 

Berjalan dikenal sebagai bentuk tertua transportasi manusia. Kalian pasti setuju nih kalau berjalan bisa memberi lebih banyak perubahan positif pada diri kita. Selain itu, sebuah studi baru dari para peneliti Stanford menemukan bahwa berjalan juga meningkatkan inspirasi kreatif. "Banyak orang secara mengklaim bahwa mereka mendapatkan inspirasi terbaik saat sedang berjalan.”

 

Selain kondisi cuaca, disain trotoar, atau kehadiran pedagang kaki lima, percaya atau tidak nih guys, trotoar memberikan pengalaman yang hanya bisa kita dapatkan dengan berjalan kaki. Contohnya, para pejalan kaki di Barcelona atau Wina merasa nyaman dan aman berjalan kaki di trotoar, karena bisa sambil menikmati rindangnya pepohonan dan hangatnya sinar matahari. Sedangkan, trotoar di Bangkok dan Yogyakarta memberikan suasana dan pengalaman yang unik karena adanya kegiatan sosial antara pedagang kaki lima / masyarakat setempat dan kemudahan akses bagi pejalan kaki di trotoar.

 

Nah, dengan banyaknya manfaat positif dari berjalan kaki dan adanya trotoar, maka sebagai generasi muda seharusnya kita terdorong untuk mulai memakai fasilitas trotoar. So guys, kapan kita  menginvansi trotoar? Lets, do this!!

 

#perencanaanwilayahdankota

 

(Writer : Esther Deyanara / Editor : NAD) 

 

Instagram: @podomorouniversity | Facebook: Podomoro University | Website: www.podomorouniversity.ac.id

28 March 2018