Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi Dalam Penataan Ruang Wilayah dan Kota Berbasis Teknologi Informasi Antara Podomoro University Jakarta dan Institut Teknologi Nasional Malang

Kota atau wilayah merupakan suatu wadah keberlangsungan hidup umat manusia. Tatanan suatu kota atau wilayah menjadi kebutuhan utama dalam meneruskan dan merepkan sebuah sistem kehidupan masyarakat yang baik. Ditambah seiring berjalannya waktu, tatanan sebuah kota menjadi lebih sensitif terhadap isu-isu perkembangan properti dan real estat. Perkembangan ilmu di dunia properti dan perkembangan real estat saat ini menjadi salah satu isu utama dalam mempengaruhi keberlanjutan kota. Sehingga keberadaan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) di Universitas Agung Podomoro (UAP) Jakarta dan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang memiliki spesialisasi dibidang perencanaan wilayah dan kota dapat menjadi pendorong keberlanjutan sebuah tatanan kota dan wilayah. Untuk itu dibutuhkan kualitas dan kapasitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang baik bagi keduanya.
 

Penandatanganan nota kesepahaman antara Institut Teknologi Nasional Malang (oleh Dr. Ir. Lalu Mulyadi, Rektor ITN Malang) dan Podomoro University (oleh Dr. Cosmas Batubara, Rektor Podomoro University)


Dr. Cosmas Batubara, Rektor Universitas Agung Podomoro, dalam sambutannya, mengatakan, “Kerja sama yang dibangun dengan Institut Teknologi Nasional Malang ini merupakan kerja sama yang akan sangat bermanfaat khususnya dalam membangun Indonesia. Dukungan dari akademisi sangat penting bagi perkembangan bisnis konstruksi dan penataan wilayah yang bila bersinergi, akan menghasilkan penataan ruang di Indonesia ini menjadi lebih nyaman bagi seluruh masyarakat serta yang tentunya konstruksi bangunan-bangunan yang memiliki kualitas terbaik.”

 


Dalam hal ini, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang khususnya pada Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota tengah mengembangkan sebuah aplikasi pengelolaan tata ruang berbasis Android, dimana aplikasi ini nantinya memudahkan masyarakat dalam memahami dan membaca penataan ruang di Indonesia. Sejauh ini penataan ruang di Indonesia diwujudkan kedalam bentuk buku Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang diperjelas dengan buku-buku rencana tata ruang yang lebih detail dibawahnya, yang kemudian disahkan ke dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Perda tersebut disahkan dan kemudian disebarkan secara luas agar masyarakat dapat membaca, menggunakan dan mentaati peraturan daerah tersebut. Kemudahan masyarakat untuk mengunduh peraturan daerah kini lebih dirasakan pula. Namun, berbeda dengan Bapak Mohammad Reza, salah satu dosen Perencanaan Wilayah dan Kota ITN Malang yang berkecimpung di dunia penataan ruang menagnggap bahwa masyarakat masih sulit untuk membaca dan  memahami peraturan daerah yang khususnya berkaitan dengan penataan ruang. Hal tersebut mendorong Bapak Mohammad Reza memberikan ide serta mengembangkan sebuah Aplikasi Penataan Ruang berbasis Android yang bernama “UR’Watch” yang berarti “Urban-Regional Watch”. Aplikasi tersebut mengubah bentuk tampilan peraturan daerah menjadi sebuah kemasan yang mudah dibaca, diterapkan dan ditaati oleh masyarakat umum. Aplikasi ini tentunya tersedia dalam Google Play Store pada Platform Android. Saat ini aplikasi tersebut dalam tahap launching dengan satu modul peraturan daerah yakni Kota Kepanjeng Malang, dimana nantinya akan terus dikembangkan untuk menambah modul peraturan daerah lainnya.


Dalam pengembangan aplikasi ini, Institut Teknologi Malang dan Universitas Agung Podomoro mengadakan kerjasama antar institusi. Kerjasama tersebut berupa pengembangan teknologi aplikasi, pengembangan keilmuan tata kota, kerjasama penelitian dan publikasi ilmiah, pengajaran serta dalam hal pengabdian masyarakat.

Tentu saja, kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan mutu pendidikan antara kedua belah pihak baik dari sisi pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, di bidang ilmu perencanaan wilayah dan kota khususnya di Indonesia yang ditunjang dengan pengembangan teknologi informasi.

04 May 2017