Jangan Bilang Mau Jadi Arsitek Kalau Tidak Suka Jalan-Jalan

Belajar arsitektur itu tidak lengkap tanpa jalan-jalan. Mengapa? Karena dengan jalan-jalan atau traveling kita dapat belajar mengenai pengalaman ruang, suasana, dan skala pada kondisi nyata di lapangan. Selain itu kita dapat melakukan studi preseden tentang karya-karya arsitektur sebelumnya agar dapat menjadi referensi langsung terhadap karya-karya kita kedepannya. Lebih lengkap lagi, dengan jalan-jalan kita juga dapat belajar tentang kebudayaan, adat istiadat dan gaya hidup manusia di tempat lain.

Oleh sebab itu, dalam mendukung kegiatan studinya dengan metode practical learning dan organic laboratory, maka Program Studi Arsitektur Podomoro University juga melakukan kegiatan jalan-jalan. Belajar arsitektur dalam kemasan jalan-jalan alias fieldtrip merupakan kegiatan rutin di kalender pendidikan di Prodi Arsitektur.

Kali ini, giliran mahasiswa arsitektur Podomoro angkatan 2015 melakukan kegiatan fieldtrip. Tujuan kunjungan kali ini adalah Proyek Hotel Pullman Resort di Vimala Hills Bogor dan kota Bandung. Di Bandung sendiri, mahasiswa mengunjungi Pramestha  Resort Town di Maribaya dan  Kantor konsultan arsitektur PT. URBANE Indonesia. Pemilihan obyek kunjungan ini selain merupakan bagian dari program experiential learning pada organic laboratory dari pendidikan arsitektur, juga sekaligus sebagai kegiatan refreshing bagi mahasiswa arsitektur setelah selama setengah semester berjibaku dengan tugas-tugas dengan puncaknya pada ujian tengah semester (UTS).

Berangkat pada pagi hari di hari Kamis, 28 April 2016, rombongan meluncur langsung ke arah Bogor dengan tujuan Vimala Hills Resort tepatnya di proyek Hotel Pullman Resort yang sedang dalam tahap pengerjaan. Diawali dengan site visit ke proyek hotel 4 lantai ini, mahasiswa diharapkan dapat belajar langsung bagaimana penerapan teori di kelas diterapkan pada teknis di lapangan. "Dengan melihat langsung ke lokasi proyek yang sedang dikerjakan, maka mahasiswa dapat dengan langsung mengamati bagaimana sistem struktur dan utilitas bangunan kompleks dengan ketinggian 4 lantai dikerjakan," ujar Yassy, dosen matakuliah Architecture Technology and Environment.

Pengarahan dari pihak Proyek Pullman Hotel Resort Vimala Hills

Menuju ke lokasi Proyek Hotel Pullman Resort Vimala Hills

Rampung meninjau Proyek Hotel Pullman Resort di Vimala Hills, pada sore harinya rombongan bertolak ke kota Bandung.  Sesampainya di Bandung, rombongan memilih untuk beristirahat di hotel yang didesain oleh arsitek terkenal Tan Tik Lam yang berlokasi di tengah kota. Pemilihan hotel ini juga beralasan untuk memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa arsitektur yakni mendesain sesuatu yang baik tidak harus berarti mewah. Kualitas ruang yang baik dan estetika yang terjaga juga dapat dihasilkan dengan cara-cara sederhana dan tidak harus mahal, tetapi efek yang dihasilkan dapat menjadi nilai tambah bagi karya arsitektur itu sendiri. Malam hari di Bandung dengan udara yang sejuk kemudian diisi dengan acara bebas, diskusi-diskusi ringan dan hiburan karena kebetulan Cathleen Charity, salah satu mahasiswi berulang tahun hari itu.

Esoknya, pada hari Jumat, 29 April 2016, jalan-jalan arsitektur di kota Bandung dilanjutkan. Mengawali kunjungan pagi ini, rombongan menuju ke Pramestha Resort Maribaya yang berlokasi di Dago Utara, Bandung Utara. Pramestha adalah perumahan berkonsep resort berwasasan lingkungan dengan penataan lingkungan yang baik yang mencerminkan aspirasi dan inspirasi arsitektur modern yang selaras alam. Pemilihan obyek kunjungan kali ini adalah agar mahasiswa dapat belajar bagaimana mengintegrasikan seluruh potensi lingkungan dan kondisi lahan pada suatu lokasi dengan desain arsitektur rumah tinggal. Memang, sejumlah arsitek terkenal Indonesia seperti Andra Matin, Baskoro Tedjo, Yori Antar, Tan Tik Lam dsb, turun langsung mendesain unit-unit rumah di resort yang desain masterplannya ditangani oleh Ridwan Kamil dari PT. URBANE Indonesia.

Mengamati salah satu unit rumah desain arsitek Tan Tik Lam di Pramestha Maribaya

Eksplorasi ruang pada unit rumah desain arsitek Andra Matin

Lepas dari Pramestha Maribaya Resort, rombongan kemudian melanjutkan mengunjungi kantor konsultan PT. URBANE Indonesia. Dalam kunjungan kali ini, rombongan diterima oleh salah satu petinggi PT. URBANE sekaligus arsitek seniornya, Achmad Tardiyana atau yang akrab disapa Apep. Di kantor URBANE, selain mahasiswa juga dapat merasakan ambience kreatif dari suatu kantor konsultan kelas atas, mereka juga mendapatkan ilmu dari presentasi karya-karya arsitektur dan berdiskusi dengan sejumlah arsitek di URBANE. Kunjungan ke PT. URBANE Indonesia ini sekaligus menutup rangkaian fieldtrip Prodi Arsitektur kali ini. Menjelang sore hari, rombonganpun bertolak kembali ke Jakarta menuju kampus di Central Park Mall Podomoro City.

Presentasi desain proses di kantor PT. URBANE oleh Adli Nadia, arsitek URBANE sekaligus dosen arsitektur Podomoro University

Foto bersama dengan Pak Apep, petinggi dan arsitek senior PT. URBANE

"Dengan jalan-jalan sekaligus belajar ini, diharapkan akan muncul ide-ide kreatif dari mahasiswa untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah berikutnya," demikian ujar Nino, sapaan akrab Adli Nadia - dosen pengampu mata kuliah Architecture Design Studio.

Betul, fieldtrip di Prodi Arsitektur Podomoro University memang akan terus dikemas dalam bentuk kegiatan jalan-jalan, santai, menyenangkan, seru, tetapi tetap padat dengan muatan pembelajaran. Salah satu contoh adalah dengan kegiatan spontan "Lomba Sketsa" pada setiap objek yang didatangi. Abimantra - dosen matakuliah Achitecture Communication Technique selaku punggawa sketsa sebagai bagian dari ilmu komunikasi di bidang arsitektur menginisiasi kegiatan spontan ini. Begitu buku sketsa dikeluarkan, pensil dan drawing pen dipegang, sontak mahasiswa langsung tertantang melakukan kegiatan yang sama. Masing-masing mencari tempat ideal untuk mendapatkan angle terbaik bagi sketsa mereka.

Begitulah salah satu cara belajar arsitektur. Bahkan ada ungkapan yang mengatakan bahwa bukanlah arsitek kalau tidak suka jalan-jalan. Karena belajar arsitektur tidak cukup hanya belajar di kampus atau studio. Obyek studi tersebar diluar sana menunggu untuk didatangi, diamati dan dieksplorasi.

04 May 2016