Intip Yuk Manfaat Belajar Peta!

Ketika libur kuliah telah datang serta indeks prestasi (IP) telah diumumkan, kegembiraan selalu terpancar dari raut wajah mahasiswa prodi PWK.

Mengisi liburan dengan relaksasi tubuh, fisik dan pikiran dapat dilakukan dengan banyak hal, diantaranya jalan-jalan, olahraga, liburan/rekreasi, tidur sepanjang hari, membantu orang tua dan banyak lagi kegiatan yang bisa dilakukan. Nah, ditengah hingar-bingar kesibukan liburan, young planner (calon perencana/ mahasiswa Perencanaan Wilayah & Kota) memanfaatkan kesempatan emas menimba ilmu Pemetaan pada ESRI Indonesia.

 

ESRI adalah adalah salah satu Perusahaan terbesar di dunia yang secara khusus memproduksi software Arc GIS. Software tersebut merupakan software pemetaan yang dapat menyajikan seluruh fenomena spatial / keruangan berbasis sistem informasi geografis(SIG). Menurut sumber Esri (1990), sistem informasi geografis adalah kumpulan terorganisasi dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, mengupdate, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografis (Prahasta, Eddy. 2006).


Tahukah kamu bagaimana sebuah peta disajikan? Nah, kali ini 6 Young Planner Podomoro University akan belajar bagaimana mendigitasi peta, menampilkan peta hingga menghasilkan sebuat peta dengan skala dan koordinat yang sesuai dengan peta.

 

Peta Indonesia


Sebenarnya,apa itu Peta?


Peta menurut Kak Tallo (Pakar Tata Ruang,sekaligus Kaprodi Perencanaan Wilayah & Kota Podomoro University) adalah gambaran rupa bumi dengan koordinat dan skala tertentu. Gambaran rupa bumi bisa ditampilkan dalam beberapa dimensi baik 2 atau lebih, dimana terdapat skala dan koordinat. Pengertian skala sendiri adalah perbandingan jarak antar peta dan jarak sebenarnya. Misalkan skalanya 1:5000, artinya 1 cm pada peta sama dengan 500 m atau 5 km pada jarak sebenarnya. 


Lalu apa sih yang dilakukan 6 young planner PU? Pasti penasaran, ayo kita simak perjalanan liburan zaman now mereka!


Dengan didampingi oleh Kak Tallo, teman-teman 6 young planner PU disambut langsung loh oleh Manager ESRI Indonesia. Kemudian mereka langsung diberikan kesempatan belajar dan mengenal SIG serta melakukan digitasi pada peta. Dengan didukung suasana ruangan yang representatif, teman-teman mahasiswa terlihat makin asyik belajar membuat peta. Ada 3 elemen peta yaitu titik (point) biasanya kita lihat dalam bentuk ibu kota kecamatan/kabupaten, bisa juga berupa logo pesawat/tempat ibadah,dll. Elemen yang kedua adalah garis (biasa digunakan untuk jalan atau sungai, berupa satu dimensi saja yaitu panjang). Ketiga adalah polygon (area), polygon biasanya berupa elemen luasan di peta yang berupa blok perumahan,pertanian dan lain-lain. Gimana, menarik juga kan guys belajar tentang pemetaan!!

 

Kaprodi Perencanaan Wilayah & Kota sedang mendampingi ke-enam young planner Podomoro University

 

Manfaat dari belajar pemetaan, kalian bisa tahu dimana rumah kita, rumah sahabat kita,bahkan rumah calon gebetan kita .. hahaha… tentunya dengan memanfaatkan google map yang bisa di integrasikan dengan arc GIS! Nah, selain itu 6 young planner juga bisa mendigitasi dari google earth dan bahkan bisa dari citra satelit rumah mereka dengan menghitung luasannya (dijamin hasil akurat 95%) serta mereka juga bisa menghitung jarak terdekat dari satu lokasi ke lokasi lain, termasuk kontur dan ketinggian bumi.
Ada yang lebih menarik lagi nih.. mereka juga bisa mengetahui lokasi lahan yang cocok bagi pembangunan real estate! Semua hal bisa dipetakan, karena peta dapat berbicara sejuta fenomena keruangan!

 

Suasana belajar di ESRI Indonesia

     

Suasana belajar di ESRI Indonesia 

 

Suasana belajar

 

Mendapatkan sertifikat dari ESRI Indonesia

 

Gimana, keren banged kan teman-teman mahasiswa Perencanaan Wilayah & Kota Podomoro University?! ^^

 

So, Yuk Wujudkan  Peta Hidup Kalian Bersama Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota Podomoro University!

 

#perencanaanwilayahdankota

 

(Writer : Amandus Jong Tallo / Editor: NAD) 

28 March 2018