Bioremediation in General & Oil and Gas Industry

Selasa (30/5), mahasiswa semester II Program studi (Prodi) Teknik Lingkungan (TLK) mendapat kuliah tamu dari Ibu Elizabeth Dionasari, seorang praktisi pengelolaan limbah dari sebuah perusahaan tambang minyak dan gas (migas) PT. Vico Indonesia, Kaimantan Timur. Sebagai seorang praktisi, ibu yang disapa dengan nama Bebeth ini, bertanggung jawab dalam penanganan limbah aktivitas tambang migas meliputi drilling cutting, oily sludge, air terkontaminasi dan limbah domestik. Kuliah tamu ini diselenggarakaan oleh Prodi TLK sebagai penutup dari rangkaian mata kuliah Environmental Microbiology oleh dosen pengampu, Ibu Elsa Try Julita Sembiring. Topik mengenai bioremediasi ini sangat cocok dijadikan kuliah tamu karena merupakan salah satu bentuk aplikasi pemanfaatan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri untuk menyisihkan senyawa pencemar dari lingkungan.

 

Ibu Elizabeth ketika memberikan materi kepada para mahasiswa Teknik Lingkungan

 

Dengan pengalaman profesionalnya dan latar belakang pendidikannya S1 dan S2 Teknik Lingkungan, mahasiswa TLK mendapatkan pengalaman praktis beliau sebagai seorang engineer mengenai aplikasi ilmu bidang teknik lingkungan di lapangan. Dalam kuliahnya, Ibu Bebeth menjelaskan mengenai pentingnya mempertimbangkan faktor kritis dalam memilih pengolahan secara bioremediasi. Faktor tersebut antara lain: besarnya, toksisitas, dan mobilitas senyawa pencemar, dekatnya senyawa tersebut dengan reseptor manusia maupun lingkungan, tingkat degradasi pencemar, penggunaan area rencana fasilitas pengolahan, dan kemudahan dalam monitoring. Ibu Bebeth mengungkapkan, “Sebagai seorang engineer, kita harus memahami kondisi di lapangan dan ketersediaan waktu, dana, serta tempat. Bioremediasi dapat dilakukan secara in-situ dan ex-situ. Pemilihan lokasi diputuskan sesuai dengan kasus yang terjadi.” Ibu Bebeth kemudian menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari dua cara tersebut, selanjutnya mahasiswa diberikan suatu kasus, untuk diputuskan cara pengolahan yang sesuai.

 

Sesi tanya jawab saat perkuliahan

 

Selanjutnya, Ibu Bebeth menjelaskan berbagai metode bioremediasi yang umum, antara lain: Composting, Biopile, Bioventing, Landfarming, dan Bioreactor. Lebih dalam lagi, Beliau menjelaskan aplikasi bioremediasi metode Landfarming dalam mengolah limbah dari aktivitas migas dari awal hingga akhirnya dapat memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah antara lain parameter Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) dan Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP).

Kuliah ini ditutup Ibu Elsa, “Saya berharap kuliah ini dapat membuka wawasan para mahasiswa bahwa aplikasi ilmu bidang teknik lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa setiap ilmu  yang dipelajari di bangku kuliah pada akhirnya akan diaplikasikan pada dunia kerja.” Selanjutnya, Bapak I Made Brunner, Kaprodi  TLK Podomoro University menyerahkan plakat dan sertifikat sebagai ucapan terimakasih kepada Ibu Bebeth.
 

Para peserta kuliah tamu bersama Ibu Elizabeth dalam kuliah Bioremediation in general & oil and gas industry

 

15 June 2017