Belajar Apa di Jurusan Manajemen dan Rekayasa Konstruksi?

Apa yang kalian bayangkan ketika melihat sebuah gedung pencakar langit yang megah menjulang tinggi ke angkasa? Tentu ada rasa kagum dan penasaran: bagaimana caranya orang membangun gedung semegah dan setinggi itu? Berapa biaya yang dibutuhkan? Berapa banyak orang yang terlibat dalam proyek?

Proyek-proyek pembangunan membutuhkan orang yang mampu menghitung perkiraan biaya yang diperlukan, perencanaan tahap-tahap pembangunan, berapa orang yang dibutuhkan dan banyak hal lain yang perlu diperhatikan. Semakin besar dan tinggi bangunan yang akan dibangun semakin rumit juga penghitungannya.

Orang-orang yang memiliki kemampuan seperti itu belajar di jurusan “Manajemen dan Rekayasa Konstruksi”.  Di jurusan/program studi ini, mahasiswa akan belajar:

  • Dasar rekayasa konstruksi (construction engineering): memahami berbagai macam konstruksi bangunan: bangunan perumahan, gedung bertingkat, jalan, terowongan, dll.
  • Kalkulasi biaya proyek: bagaimana menghitung perkiraan biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah bangunan baik itu rumah, perkantoran, mall, dll.
  • Manajemen Sumber Daya Manusia: menghitung berapa banyak tenaga yang dibutuhkan untuk sebuah proyek dan bagaimana mengelolanya.


Podomoro University yang didirikan developer besar yang ternama di Indonesia: Agung Podomoro Group memiliki jurusan ini. Dan di sinilah keunggulan Podomoro University karena  pengalaman-pengalaman Agung Podomoro mengembangkan proyek-proyek besar akan menjadi bahan ajar bagi para mahasiswanya. Dengan demikian mahasiswa Podomoro University akan mendapatkan ilmu dan keterampilan yang up to date dan pasti sesuai dengan kebutuhan industri.

Berikut adalah contoh proyek-proyek Agung Podomoro Group:
 

Manajemen dan Rekayasa Konstruksi
Podomoro City Medan

 

Manajemen dan Rekayasa Konstruksi
Podomoro City Jakarta


Jika kalian ingin terlibat dalam proyek-proyek pembangunan keren seperti di atas, kalian bisa belajar di jurusan Manajemen dan Rekayasa Konstruksi di Podomoro University.

06 February 2018